Kisah Klasik untuk Kekasih Gelap – Jakartabeat.Net

Kisah Klasik untuk Kekasih Gelap – Jakartabeat.Net.

oleh:  Fakhri Zakaria (Jakartabeat.Net, 1 Okt 2012)

*bof*

Sephia

“Parah ini lagu…”

Ucapan Bimbim, drummer Slank, dalam sebuah wawancara televisi beberapa tahun silam mengejutkan saya. Bagaimana motor dari salah satu icon rock n roll Indonesia itu mengakui muatan-muatan berbahaya yang ada di tiap-tiap bait lagu berjudul Sephia milik Sheila On 7. Sekali lagi Sheila On 7.

Dua belas tahun silam, tepatnya 29 September 2000, Sheila On 7 merilis album keduanya.Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Catatan penjualan yang masih perlu diperdebatkan, ya ini PR besar industri musik Indonesia, menyebut angka 1,7 juta kopi. Angka ini sekaligus menghapus kutukan sindrom album kedua yang acap ditemui di band-band baru yang mereguk angka penjualan manis di album pertama.

Tapi hal itu bukanlah satu-satunya yang membuat album ini perlu mendapat kredit khusus. Diantara lagu-lagu hits seperti Bila Kau Tak Disampingku, Sahabat Sejati juga Sebuah Kisah Klasik, terselip nomor berdurasi nyaris lima menit berjudul Sephia. Durasi yang sulit ditemui di lagu-lagu pop yang tumbuh di era RBT dewasa ini.

Selamat tinggal kasih tak terungkap
Semoga kau lupakan aku cepat
Kekasih sejatimu
takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu

Seno Gumira menyebut kisah Sephia sebagai kisah cinta segitiga yang lumayan seru. Kekasih Sejati mencintai Sephia, Sephia mencintai Aku, dan Aku telah memutuskan meninggalkannya. Meminjam teori cinta milik Erich Fromm, Seno menyebut cinta Aku ini lebih dewasa daripada cinta Sephia karena Aku tidak memberi sebagai pengorbanan.

Pelabelan kekasih gelap pada Sephia berhasil membuatnya menjadi icon. Menjadi representasi para kekasih gelap. Eross Candra sebagai pencipta lagu merubah Sephia selaku subyek menjadi obyek. Sephia adalah tindakan dalam hubungan gelap percintaan. Para kekasih gelap menemukan identitasnya yang telah lama tertutupi.

Sephia lalu menjadi sosok  tak terpisahkan dari Sheila On 7, mengalahkan nama-nama lain yang ada dalam diskografi band tersebut seperti Rani, Niah, Khaylila ataupun yang terakhir Ibu Linda. Formula lagu hubungan gelap dengan set waktu malam hari beserta bumbu aura misterius didalamnya membuat Sephia menjadi popular. Eross seperti paham karakter perilaku manusia selaku makhluk sosial.

Psikolog Melvin. H Marx menyebut motif ingin tahu (curiousity) sebagai salah satu kebutuhan organis manusia. Hubungan gelap seperti kisah Sephia selalu memunculkan kecurigaan yang memancing rasa ingin tahu. Latar waktu malam hari lewat nukilan lirikmalam ini kutakkan datang dan malam ini kutakkan pulang menambah teka-teki itu.

Terlebih lagi, lagu ini diselimuti kabut misteri tentang siapa sebetulnya sosok Sephia. Ada yang menyebut Sephia adalah sosok dalam kisah cinta Eross. Bahkan santer juga terdengar jika Sephia sebetulnya adalah sosok makhluk ghaib yang menghubungi Eross lewat telepon untuk dibuatkan lagu.

Dalam situasi seperti ini, lanjut Melvin, orang cenderung tidak sabar dalam suasana ambigu dan tidak menentu. Mereka kemudian sibuk mencari-cari jawaban sendiri. Sama seperti yang dialami oleh Sephia. Orang dipenuhi rasa ingin tahu siapa sebetulnya Sephia dan bagaimana akhir dari petualangan cintanya.

Kisah Sephia juga tidak bisa dilepaskan dari aspek sosial dalam penciptaan lagu tersebut. Sebagai salah satu produk media, Sephia  tidaklah berada dalam ruang hampa. Sephia berkaitan erat dengan latar belakang personal Eross sebagai pencipta lagu hingga kondisi sosio-politik Indonesia saat itu.

Meski penuh aura gelap-gelapan, Eross dengan frontal menggambarkan Sephia sebagaikekasih gelap. Mengejutkan mengingat latar belakang sosio kultural Eross sebagai pria yang tumbuh besar di Yogyakarta, daerah yang disebut-sebut sebagai poros  nilai dan norma budaya Jawa. Saat itu dia baru berusia 21 tahun dan masih bujang. Masih masuk kategori joko, sinoman atau anak muda. Jika merujuk pada penjelasan Hilderd Geertz tentang keluarga Jawa maka tindak-tindak Eross lewat Sephia tentu membuat dirinya dicap sebagai durung Jowo atau belum Jawa. Keluarga Jawa mengharapkan anaknya jadi penurut, sopan serta pandai mengendalikan diri.

Dalam ranah yang lebih luas lagi, lagu ini hadir saat Indonesia masih menikmati euforia reformasi 1998. Kran kebebasan media mulai dibuka dengan dibubarkannya Departemen Penerangan. Jika lagu ini hadir saat rezim Orde Baru masih berkuasa, boleh jadi Eross harus merasakan gunting sensor yang terkenal tanpa ampun namun standarnya tidak jelas.  Betharia Sonata dan Obbie Mesakh misalnya, pernah kena cekal karena lagu-lagunya yang dianggap cengeng dan penuh keputusasaan. Kata-kata kekasih gelap bisa jadi dianggap Harmoko tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Pendeknya, momentum lagu ini tepat.

Inilah yang membuat Sephia hingga sekarang tetap berbeda dengan lagu-lagu bertema perselingkuhan yang kini menjadi semacam lagu wajib untuk musisi-musisi arus utama. Mungkin hampir semua musisi-musisi sekarang menampilkan tema perselingkuhan sebagai materi andalan.

Band-band pop seperti Ungu, ST12 sampai band-band medioker sekelas Govinda dengan vulgar menjejalkan kata-kata seperti kekasih gelapku, selingkuh, atau simpanan. Ya, itulah tren. Suatu kewajaran dalam industri musik. Tapi sepertinya mereka lupa prinsip tak tertulis dalam hubungan gelap. Jangan bilang siapa-siapa.

*eof*


Ulasan yang empu-nya blog :
Saya secara pribadi sangat setuju dengan ulasan di atas. Bahwa Sephia telah mampu bermetamorfosa bukan hanya sebuah nama wanita, namun juga menjelma menjadi sebuah kosakata baru dalam bahasa Indonesia–sebuah kata ganti untuk menyebut ‘kekasih gelap’. Silakan dicari di KBBI. Tidak banyak musisi yang mampu melakukan hal demikian. Membawa sosok (mungkin) imajiner dalam sebuah lagu kemudian dibuat seolah-olah hidup dan ada di dunia nyata melalui lirik-liriknya.

Sephia, setahu saya dulu (sebelum tahu lagu ini) adalah semacam efek yang bisa ditambahkan foto. Jika menggunakan efek ini, maka foto akan terlihat kekuning-kuningan, seperti foto jaman jadul. Mungkin “Sephia” punya maksud seperti itu, dia tak begitu jelas, agak kelam, dan terkesan sebagai kenangan.

Sephia, representasi dari para ‘kekasih gelap’. Yakinlah bahwa kedudukan seorang kekasih gelap itu tidak akan selamanya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s