Tajamnya Kata-kata

“tidak terdengar sedramatis bentuk pelecehan yang lainnya, tapi serangan kata-kata negatif yang disampaikan terus menerus pada seseorang dapat menjadi racun yang menghancurkan konsep diri seseorang hingga masa depannya dipertaruhkan.”

Bingung mau mulai darimana😮

Yang mau gw tekankan disini adalah hati-hati dalam berkata-kata. mungkin terlihat sepele, cuman ngomong kok dipermasalahkan, tapi justru inilah yang berbahaya.. seperti quote yang gw tuliskan didepan., kata-kata negatif yang disampaikan secara intens pada seseorang, efeknya bisa melebihi trauma akibat pemerkosaan atau kecelakaan.

contoh kasusnya:

1)kamu seorang kakak yg memiliki adik, lalu setiap ada sibling rivalry *pertengkaran sepele dg saudara* dg adikmu, kamu selalu menghujatnya dg kata-kata kasar misalnya “ahh, parah lu!”; “Banci!!”; “Bego”; “kek cewek lu!”; “lembek! Payah”; “Sial!”; “Bodoh!”.. Dan ini berlangsung menahun, mengikuti perkembangan adikmu. Dia tumbuh bersama hujan katakata kasar darimu. Akhirnya adik ‘mau tidak mau’ menerima pengadilan darimu, menerima bahwa dia adalah sosok yang “Bego, Bodoh, Banci, Payah, dan segala kata-kata” untuknya darimu. Hal-hal itu tertanam dalam alam bawah sadarnya. Kata-kata negatif tadi akan terus terbawa sampai dia dewasa. Secara psikologi Dia mengembangkan skema didalam pikirannya mengenai dirinya yang buruk dan tidak berharga.

SELAMAT!! Kamu telah berhasil MEMBUNUH adikmu! Menghajar konsep dirinya, sampai2 dia tidak kenal dengan siapa dirinya sebenarnya.

Kenapa bisa begitu??

Kata-kata adalah kumpulan energi, setiap kata negatif ato positif yang dikirimkan pada diri seseorang secara terus-menerus, dengan caranya sendiri akan menembus lapisan kesadaran diri kita, masuk jauh ke alam bawah sadar dan akhirnya kita terima sebagai sebuah kebenaran yang mendefinisikan kehidupan kita.

Jika digambarkan sbg gunung es., kesadaran adalah bagian gunung yang muncul dipermukaan laut, sementara alam bawah sadar adalah bagian yang ada didalam laut; maka permukaan air adalah pembatas antara kesadaran dan ketidaksadaran; titik ini biasanya disebut dg Critical Line.

Fungsi Critical Line adalah sbg filter yang secara obyektif akan memilih mana yang akan diterima sbg sebuah kebenaran dan mana yang tidak untuk disimpan dialam bawah sadar. Gampangannya, si Critical Line ini tugasnya memutuskan mana yg harus disimpan ke alam bawahsadar, mana yang tidak.

Critical Line mulai tumbuh ketika seorang anak berusia 7th dan terus berkembang sampai 13th. Pada usia ini critical line masi sangat rapuh, belum benar2 kuat untuk menyaring informasi dari luar. Sehingga apapun yg kamu sampaikan pada anak usia ini akan mudah diterima sebagai sebuah kebenaran.

Apa yang akhirnya bisa masuk dan disimpan di alam bawah sadar inilah yang disebut sbg Konsep Diri.

Sebenarnya katakata negatif ini tidak hanya mampu berimbas pada anak-anak., remaja yang sedang mencari hati diri juga rentan mengalami kesalahan konsepsi diri.

contoh kasusnya: *misalnya Gw, gitu aja🙂

Gw, remaja 17th. memiliki kepribadian yang tidak biasa seperti cowok-cowok lain, gw lebih santun, pendiam, cenderung lebih mempunyai aspek nurturance yang lebih besar daripada aggression. Sementara aspek nurturance yang lebih besar biasanya dimiliki oleh perempuan,.

Akhirnya gw menonjolkan sikap2 nurturance ini dalam pergaulan dg teman sebaya, misalnya sikap peduli yg besar, kasihsayang, kepekaan emosi. Dan apa respon dari lingkunga?? Gw sering diolok-olok, dikata-katain.. “Ahh., banci Lu!!”; “Homo lu!”, “Kek Cewe lu!”. kata-kata itu gw terima dari semua teman, setiap hari, dan menahun.. Sampai akhirnya Gw mengalami seperti yg dialami anak tadi.. Gw menerima katakata teman2 sebagai sebuah kebenaran dan yup, gw akhirnya jadi seorang Gay!

IRONIS bukan??

walopun akhirnya gw sadar dan sembuh, keluar dari lifetrap dan menyadari diri gw, bagaimana menjadi diri gw sendiri bersama sikap nurturance yang dominan dalam diri gw. nurturance bukan berarti gw harus jadi HOMO, gw cuman harus menyalurkan sikap nurturance saya dengan benar, akhirnya saya menjadi seorang penulis, dan tentor di sebuah taman bermain., disitulah saya menyalurkan sikap nurturance yang dominan dalam diri saya.

Get it??

menyadari bahwa kata-kata itu efeknya bisa luar biasa, maka hendaknya pikir2 dulu sebelum ngomong🙂 jangan sampai meracuni konsep diri seseorang🙂

😀

thanks

ilmunya gw dapet dari bukunya Mas Wahyu Bramastyo, Biarkan Hujan Menyembuhkanmu, dengan beberapa tambahan dari pemahaman pribadi Gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s