Using Repository for Ubuntu

Menurut Wikipedia,

“A software repository is a storage location from which software packages may be retrieved and installed on a computer.”

atau dalam bahasa kita dapat diartikan bahwa software repositori adalah sebuah lokasi penyimpanan *server dimana menjadi sumber/ tempat disimpannya paket-paket perangkat lunak yang akan diambil dan diinstal pada komputer.

Nah., lalu apa kegunaannya bagi user Linux?
Jadi begini, repositori digunakan oleh Linux sebagai sumber pencarian update paket-paket pendukung maupun paket-paket utama yang digunakan oleh sistem🙂 selain itu lewat repo *nama keren dari repository :p kita juga bisa mendownload sekaligus menginstall software-software aplikasi yang kita inginkan.

Dimana letak konfigurasi repositori?

Konfigurasi repositori dapat diakses dengan 2 cara, yakni lewat System Settings (GUI) atau lewat Terminal; berikut penjelasannya:

  • via System Settings
    Cukup mudah mengakses konfigurasi repositori via System Settings, cukup kita buka lewat Dash Home Unity lalu pilih System Settings

    Kemudian pilih Software Source

    Nah, di sinilah terletak konfigurasi repository. Kita bisa merubah alamat repositori menjadi repositori lokal Indonesia, hal ini sangat membantu saat downloading karena prosesnya berjalan lebih cepat daripada dari server repositori luar. Daftar repositori ada di tab Other Software
    Bisa dilihat bahwa daftar repo di komputerku sudah aku tambah dengan beberapa repo lokal, seperti dari http://repo.ugm.ac.id. Bagaimana cara menambahkannya?? Cukup mudah, klik kita Add…lalu isikan urlnya🙂
    misalnya kita mau ngisi repo dari UI

    “deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ oneiric main restricted universe multiverse”

    lalu klik Add Source. Dan selesai menambahkan!😀

  • via Terminal
    Nah., yang nin buat yang suka ngetik2 di Terminal. Buka deh terminalnya., terus masuk ke direktori /etc/apt/. Kemudian edit file sources.list menggunakan text editor kesayanganmu😀 *karena ini file system maka editlah sebagai root.
    *ini terminalku, mana terminalmu? :p*Nah., lalu akan muncul file sources.list, tinggal kita tambahin url sourcenya😀

    Cara menambahkan sourcelist di sini menurutku jauh lebih mudah daripada lewat GUI. Di sini kita cukup mencopy sourcelistnya kemudian paste di file ini🙂 Mudah bukan?
    Tanda # (pagar) pada struktur file ini menandakan bahwa kata-kata di belakangnya adalah komentar, jadi untuk menon-aktifkan source tertentu yang tidak kita butuhkan cukup memberi tanda # di depannya.
    😀

Nah itu tadi sedikit tentang repository dan source pada Ubuntu, semoga bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s