Konsepsi “Take and Give” dan Kisah si ‘tenyom’

mana yang lebih rasional dan lebih benar?

Take and Give

atau

Give and Take

??

Aku pernah baca bahwa dalam tatabahasa Bahasa Inggris tidak mengenal istilah Take and Give, namun yang dikenal adalah Give and Take. Nah, ini secara tata bahasa, kalau secara logika? Hmm., aku juga ngrasa lebih benar yang Give and Take, kita memberi lantas akan menerima; setelah kita memberi, maka tangan kita kosong, dan bisa menerima yang baru😀 .  Bagaimana bisa kita Take and Give? Kita menerima dulu lantas baru memberi? Pelit ya? Memberinya jika kita telah menerima.🙂 hehehe.. dan juga bagaimana kita bisa menerima kalau kita masih menggenggam yang lain? Genggaman kita terbatas🙂 berikan dulu yang tergenggam, maka yang baru akan datang🙂

Give and Take ini meliputi apapun, entah itu masalah harta *sedekah, atau bahkan sampai perihal mantan.😀 *ujung2nya mantan –” | emang punya mantan? | nggak –” | kok? | mantan pacar temen | :hammer

Bagaimana kita bisa mendapatkan yang baru, kalau kita masih menggenggam yang lama?

Mmm., ini ibaratnya sebuah proses di sistem operasi., misal proses yang sedang berjalan membutuhkan resource ‘A’, setelah itu si proses juga membutuhkan resource ‘B’ dan resource ‘C’. Apa yang akan terjadi? Secara default, sistem operasi akan meminta proses tersebut untuk melepas resource ‘A’ baru kemudian memberikan resource ‘B’ dan ‘C’ kepada proses. Kenapa seperti itu? Alasannya antaralain adalah jumlah resource dan kemampuan handling  yang terbatas, dan agar menghindari DEADLOCK.

Get it?
Bisa disimpulkan bahwa konsep Give and Take ini adalah langkah awal untuk mencegah DEADLOCK. Dalam hal apapun!

Genggaman kita terbatas! Anda perlu benar-benar melepaskan yang lama sebelum mendapatkan yang baru😀

Seperti kisah tentang tenyom (baca= monyet; minjem istilah ejekan dari ka’ ryo dan ka’ galuh😀 ) berikut ini: *cerita klasik., maaf ga pandai mendongeng😀

Suatu ketika, hidup seekor tenyom, dia suka mencuri buah-buahan di kebun pak tani. Suatu hari, karena jengkel Pak tani memasang perangkap untuk menangkap tenyom tersebut. Pak tani menyiapkan sebuah toples *ya seperti itulah bentuknya :D* yang diisi dengan biji-bijian dan buah-buahan yang disukai tenyom. Nah., si tenyom-pun kembali ke kebun pak tani dan tertarik untuk mengambil biji-bijian dan buah-buahan dalam toples jebakan milik pak tani. Yup., si tenyom pun memasukkan tangannya ke toples itu dan menggenggam penuh biji-bijian dan buah-buahan. Saat ingin mengeluarkan tangannya, ternyata tidak bisa karena lubang toples terlalu kecil untuk tangan si tenyom  yang mengenggam penuh buah-buahan. Tenyom itu tetap berusaha untuk mengeluarkan tangannya dari toples tersebut. Tak lama, pak tani-pun datang. Si tenyom semakin panik dan tetap berusaha mengeluarkan tangannya dari toples dengan tetap menggenggam penuh buah-buahan. Bagaimana ending-nya? Hmm. pak tani kemudian alih jalur, sekarang dia menjadi tukang topeng tenyom :p *hahaha😀 maksudnya si tenyom ketangkep sama pak tani..😀

Bagaimana ceritanya si tenyom? dapet sesuatu? atau cuman ngakak? :hammer:
Bodoh ya si tenyom? Sebenarnya dia bisa lolos dari pak tani seandainya si tenyom:

  • memecahkan toplesnya, *tapi sayang toplesnya dari besi (toples bekas kaleng biskuit yang berwarna transparan) :p atau
  • membawa kabur toplesnya, *tapi sayang toplesnya sudah dipaku + dicor sama pak tani atau
  • melepaskan semua buah-buahan dan biji-bijian yang digenggamnya kemudian kabur dan akhirnya bisa baca postingan saya ini :p😀 *suka-suka yang nulis donk :p *itu enaknya nulis.. wkwkwk *mau? makanya nulis😀

Nah, dari ketiga opsi yang ada, yang paling ngaco dan berhubungan sama Give and Take adalah opsi ketiga. Silakan disimpulkan sendiri ya!😀

Memang tidak mudah untuk melepas apa yang sudah ada dalam genggaman, tapi coba berpikir ke depan, apakah yang sedang kita genggam itu sudah yang terbaik untuk kita? atau ada yang lebih baik? Ini, manfaat dari Give and Take, kita ga akan mudah bosen dan jenuh di satu titik (stuck/ DEADLOCK), selalu saja ada pembaharuan dan seringkali diikuti dengan perbaikan diri. Seperti dengan sedekah, setiap yang kita beri akan dikembalikan oleh TUHAN dengan jumlah yang tak terhitung🙂

pada dasarnya, rasa sakit dan penderitaan itu bersumber dari sikap ketergantungan pada suatu hal (bukan TUHAN) yang berlebihan

Yup!

Anda mau move on? Caranya simpel, benar-benar ikhlaskan yang lama dan yang baru akan datang😀

Mulai dari memberi hal-hal yang kecil, memberi senyuman, bantuan, dan apapun. Maka akan datang hal-hal yang unpredictable  dan wah., dijamin ga bosen hidup!

*thanks to ka ryo dan ka galuh buat istilah tenyom-nya; kalian memang tenyom terbaik di dunia ini #ehh #uups *temen maksudnya😀
*thanks juga buat yang selalu menjadi alasan untuk lebih baik
🙂

2 thoughts on “Konsepsi “Take and Give” dan Kisah si ‘tenyom’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s