Management Emosi

Sebelumnya, mari kita samakan persepsi kita dulu tentang ’emosi’..

Di sini, emosi adalah segala bentuk luapan perasaan, reaksi terhadap segala sesuatu. Bukan yang sering diartikan masyarakat, bahwa emosi adalah sekedar perasaan negatif yang keluar, misalnya marah.

Okey., sudah sama ya?
Jadi emosi yang kita bicarakan ini adalah emosi secara luas, misalnya cinta, kangen, senang, sedih, cemas, takut, grogi, dan kawan-kawannya. Selanjutnya tentang manajemen, yang artinya kurang lebih adalah mengatur, mengelola ‘sebagaimana’ ‘sehingga’ sesuai dengan porsi dan kebutuhan kita. Yup?

Tentang mengatur, memanage emosi, ini agak berbeda dengan mengatur hal-hal yang lain, dan memang tidak mudah. Emosi sifatnya bergerak, labil, bisa berubah sewaktu-waktu, maka dari itu perlu adanya pengelolaan agar emosi ini tidak mengaduk-aduk kestabilan diri kita. Pengelolaan emosi ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, namun juga sangat membutuhkan kecerdasan emosional.

Yup., langsung ke point-pointnya saja.

  • Emosi itu tidak bisa dilawan, dikekang, ataupun ditiadakan; pernah merasa kangen sama seseorang, tapi tidak sesuai dengan keinginan logika kamu? lalu kamu berusaha ‘membunuh’ perasaan itu? Lalu apa yang terjadi? Ya! perasaan kangennya tidak akan hilang malah semakin menjadi-jadi.  Tidak percaya? Coba lakukan!😀
  • Emosi itu harus disadari dan diterima; hal ini yang agaknya sering terabaikan. Karena emosi itu tidak dapat dilawan, maka berkawanlah dengan dia. Melanjutkan kangen yang di atas; cobalah untuk menyadari dan menerima bahwa kamu sedang kangen dengan ‘dia’, kalau memang kurang berefek, coba katakan ‘aku kangen dia’, atau bahkan tuliskan. Sedikit banyak ini akan mengurangi beban psikologismu.😀
  • Emosi perlu penyaluran positif; banyak cara menyalurkan emosi, misal menulis.🙂 Lakukan sesuai passion-mu

Terus bagaimana caranya mengelola emosi?

  • Pertama-tama, sadari dulu bahwa kamu sedang terbawa emosi.
  • Kedua, kenali emosi apa yang hadir; ini penting, karena masing-masing emosi punya cara pengelolaan yang berbeda.
  • Selanjutnya memahami siklus dan sifat emosi-mu; kamu akan marah jika .., kamu cemas jika.., dsb.
  • Lakukan katarisasi, atau pemurnian, atau lebih jelas lagi ‘penyaluran’; salurkan emosi-mu sesuai dengan apa yang kamu sukai, misal kalau kamu suka menulis, ya menulislah saat kamu emosi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s