Sudut Kota Pelajar » Belajar ‘di Jalanan’

Belajar, dalam artian formal maupun non-formal; kegiatan ini dapat dilakukan dimana saja. Sudah umum jika belajar dilakukan di bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Bagaimana dengan belajar di jalan? Seperti foto ini:

Kurang jelas?

Saya menemui mereka di salah satu sudut Kota Pelajar, tepatnya sebelah utara bekas terminal lama yang kini jadi pusat kerajinan dan kesenian. Diabadikan 2 jam sebelum saya menulis ini.

Nampak 2 orang kakak beradik sedang belajar di trotoar, di bawah terang lampu kota, disamping ‘kantor’ bapaknya. Yang sebelah kanan adalah sang kakak (laki-laki, mungkin berumur belasan) sedang mengerjakan sesuatu ditemani buku paket dari sekolah. Sementara sang adik (perempuan, SD kelas 2 mungkin) saya lihat sedang asik belajar mengambar, saya sempat melihat hasil gambarnya. Dia menggambar seorang anak perempuan dengan topi bundar di kepalanya. Beralaskan tikar, saya lihat mereka merasa enjoy saja belajar di tempat seperti itu, tetap asik belajar walaupun deru kendaraan ramai berlalu-lalang. Sesekali keasyikan belajar mereka terjeda untuk melayani pembeli. Saya tadi sempat melihat sang adik melayani pembeli bensin di lapak bapaknya. Ya, mereka berbakti dengan luar biasa, melakukan 2 kewajiban sekaligus, belajar dan membantu orang tua.

Saya tidak tahu harus merasa apa, apakah bangga atau miris, tapi saya rasa lebih tepat kalau saya merasa bangga pada mereka. Semangat belajar mereka seakan menampar saya yang sering ketiduran saat belajar di ruang kuliah yang nyaman. Mengaca pada mereka, lalu melihat kediri saya, semangat saya belum ada apa-apanya dari semangat belajar mereka. Keterbatasan tidak mereka jadikan pembenaran untuk diam, justru mendorong mereka untuk dapat merengkuh kehidupan yang lebih baik.

Mungkin kita sering melihat hal serupa namun hanya menganggapnya sebagai hal yang sepele dan umum tanpa merenungkannya secara mendalam. Sehingga semua berlalu begitu saja tanpa nilai. Semoga apa yang saya abadikan dan saya sampaikan bisa menjadi bahan renungan bagi kita. Kita yang terbilang lebih mapan dari mereka, bisa belajar dengan lebih layak namun malah menyianyiakannya. Sementara mereka berusaha memanfaatkan celah waktu agar tetap bisa belajar saat membantu orangtua. Semangat mereka, pembelajaran untuk kita🙂

Jogjakardah, Feb 15th’ 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s