My First ‘Kernel Panic’

‘Kernel Panic’ itu apaan sih?
Mudahnya kernel panic itu semacam BSOD (Blue Screen of Dead) yang ada di Windows ~blue screen. Linux bisa juga lho nge-hank dan tiba2 blank screen dan muncul message tertentu. Nah itu yang dinamakan ‘Kernel Panic’.

Kemarin saya mengalami hal serupa, booting (masuk ke Grub) lancar namun ketika mulai masuk ke system Linux Mint, layar tiba-tiba blank dan muncul message seperti ini :

INIT : version 2.88 booting
INIT : No inittab file found

Enter runlevel :

Langsung deh saya bingung, kenapa kok bisa kaya gini? Perasaan tadi fine-fine saja. Lalu saya ingat-ingat, flashback ke hal yang saya lakukan ketika terakhir kali menyalakan laptop; Mmm., saya melakukan installasi beberapa program, seperti autoconf, bison, ruby, dan bash untuk keperluan develeoping OahTux. Deg! Jangan-jangan ini gara-gara tadi saya ngompile bash? Sepertinya memang gara-gara hal itu. Cerobohnya saya me-compile bash tanpa membaca ‘instruction’nya😐. *note: ALWAYS READ THE INSTRUCTION BEFORE YOU COMPILE EVERYTHING!

Lalu apa yang harus dilakukan kalau sudah kernel panic seperti ini? Mana ada tugas buat besok pagi juga.. Live CD! ya Live CD! Pikiran langsung menunjuk Live CD sebagai pertolongan pertama. Langsung reboot, booting pakai Live CD. Colok modem, buka browser, search tentang INIT, INITTAB, runlevel. Tidak lupa saya catet di hape. Search juga tentang masalah yang saya alami. Keluar masuk forum dengan hasil yang belum memuaskan malah cenderung membingungkan. Karena kepentok, akhirnya saya masuk ke milis KPLI, coba nanya ke situ, siapa tau ada yang bisa bantu. Ternyata milis sepi, next pindah ke grup KPLI di facebook, coba  nanya juga, yang respon juga merujuk pada forum yang sudah aku buka tadi. Fiuuhh… Berbekal dengan catetan tentang INIT, INITAB, runlevel tadi, saya coba booting lagi ke system. Memasukkan perintah runlevel.

N untuk system bootup (none)
S untuk single user mode (root)
0 halt/ poweroff
1 untuk single user juga, tapi bukan root
2 – 5 untuk multiuser mode
6 untuk reboot

Saya coba masukkan semua mode itu satu-satu, dan kesimpulannya yang bisa digunakan adalah mode S/ s, langsung diminta untuk memasukan password root. *welcome to dark room alias console mode. Masalah selanjutnya, apa yang harus dilakukan kalau sudah di console ini?😐 hopeless, ilmu saya tentang ‘dunia hitam’ linux belum mumpuni.

Akhirnya saya reboot lagi dan masuk ke Live CD karena ingat ada tugas yang belum selesai, kebetulan tugas struktur data yang menggunakan bahasa pemrograman pascal. Menggunakan editor seadanya, yakni Gedit, tanpa bisa compile. Terlalu sayang untuk mendownload pascal compiler pikirku😀 Tak lama, draft tugas sudah selesai, dan saya rasa masih banyak error diprogram saya. ~capek dan nggak bisa ngapa-ngapain karena kernel panic akhirnya malah tidur😀

Paginya coba menghubungi teman-teman untuk nanyain tugas, dan selalu ada teman😀 langsung deh nyocokin hasil kerjaan saya yang setengah ‘ngawur’ dengan kerjaan temen, nggak beda jauhlah😀 haha | Ya, semua saya lakukan dengan LiveCD😀
Tugas done!

Selesai kuliah, coba konsultasi ke ‘atasan’; “what should i do with this?” dan sarannya adalah INSTALL ULANG😦. Setelah melakukan pertimbangan ya akhirnya saya install ulang, untung direktori /home saya pisah partisinya jadi tidak ikut hilang😀.

Ya begitulah cerita kernel panic yang saya alami, semoga bisa jadi pelajaran; kalau mau melakukan apapun di Linux, please read the MANUAL first! Salah-salah, system kita jadi korban😀

*oiya, kenapa gara-gara compile Bash sembarangan bisa bikin kernel panic? Kayanya ada yang tidak cocok dengan system saya saat itu sehingga file-file di direktory /bin dan /etc ada yang terremove/ ertimpa saat kompilasi bash.

2 thoughts on “My First ‘Kernel Panic’

  1. Gan, aku juga punya masalah yang sama
    Kebetulan aku newbie, baru install ubuntu pertama kalinya
    Pas instalasi baik2 aja sampe dibagian terakhir error katanya spacenya gak cukup
    Nah trus dia ngerestart dan aku coba install ulang, tapi malah kernel panic😦
    Dan aku gak tau harus berbuat apa😦
    Mohon bantuannya ya gaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s