Tuhan dan Tukang Cukur

bukannya saya ~kurang ajar~ dengan beraninya membandingkan Tuhan dengan tukang cukur; dan memang bukan itu pointnya.. Jadi gimana ya? Bingung saya mau cerita darimana..

ehm..
kemarin saya ke barber shop buat potong rambut. Seperti biasa-lah mas tukang cukurnya nanyain “Mau potong gimana mas?” ~ Jeda 5 detik saya baru jawab “dirapikan saja mas“..
Segera mas-nya mulai mengggarap rambut saya, potong sana potong sini; awalnya saya innocent dengan apa yang mas-nya kerjakan; tapi lama-lama kok saya liat di cermin rambut saya jadi innocent; dan berkata dalam hati “lhah kok culun?” -__-  | merasa sungkan meng-interupsi pekerjaan mas-nya, akhirnya saya pasrah saja. Tak lama kemudian mas-nya selesai dengan pekerjaannya.

Masih berdiri di depan cermin, mencoba menyesuaikan potongan baru. Me-mix and match-kan, walaupun gagal -__-. Ya apapun itu, it can’t be undone! Lalu saya keluar dari barber shop itu dan mendengus #pppffffffffffffffffffttttttttttttthhhhhhhhhhhh

Pulang, merenungi apa yang telah terjadi pada rambut saya. Salah saya juga sih, tadi mintanya dirapikan dan sekarang memang jauh lebih rapi. “Tapi bukan seperti ini yang saya inginkan” ada yang menyangkal di sisilain diri saya. “Salah sendiri tadinggakbilang sama mas-nya” sisi yang lain mencoba menenangkan. Denganlegowo saya membenarkan sisi ini,tohkalau juga disesali rambut ini ga bakal bisa kembali seperti semula selama semalam.🙂

Sepanjang perjalanan pulang masih terjadi monolog dalam diri saya, mencoba menghubungkan kejadian yang baru saja terjadi dengan hal-hal yang konyol. Tiba-tiba muncul kata-kata kaya gini.,

“jangan-jangan Tuhan juga gitu ya?” dilanjutkan dengan senyum simpul.

“ya nggak-lah! Tuhan kan tau apa yang dibutuhkan sama kita”

“ya memang sih kaya gitu, tapi kalo kita mintanya ga detail juga pasti bakal sama aja kaya tadi”

“maksudnya gimana?”

“kaya tadi mas-masnya; kita tadi mintanya cuman dirapiin, coba liat rambut kita rapi-kan? Tapi apakah yang model kaya gitu yang kita pengen?”

“iya sih, ini rapi. Tapi terlalu rapi buat kita. Lalu apa hubungannya sama Tuhan tadi?”

“Ya itu tadi, kalo kita doa-nya cuman secara global kaya yang kita minta sama tukang cukur tadi pasti Tuhan juga bakal ngasihnya sekehendak Dia asal sudah mencakup permintaan kita aja”

“Lhoh tapikan Tuhan Maha Tahu?”

“Iya emang begitu, tapi bukankah Tuhan akan lebih senang jika kita mintanya secara detail ke Dia, itu artinya kita memang butuh Dia!”

“mmm, gitu.. yayaya ngerti nii :)”

“tambah lagi kalau kita mintanya secara detail pasti dapetnya juga plek dengan apa yang kita butuhkan. Coba kalo kita tadi cerewet sama mas-nya pasti rambut kita ga kaya gini”

“hahaha.. kalau terlalu cerewet malah bisa digundul ntar”

“nah itu bedanya tukang cukur sama Tuhan. Tukang cukur kalau dimintain macem-macem psti juga jengah, tapi tidak dengan Tuhan, Dia akan selalu setia mendengarkan kemauan, kebutuhan kita. Mungkin Tuhan sesekali akan tersenyum mendengar doa kita yang mintanya aneh-aneh dan macem-macem”

*menutup obrolan dengan senyum simpul sambil manggut-manggut

Begitulah tadi perbindangan antara saya dan sisi lain dari saya😀 Aneh memang, tapi ya begitulah adanya..

permintaan kita yang mendetail pada Tuhan tidak akan merepotkanNya. Yakin! Dia-kan Tuhan bukan tukang cukur..

Kalau ada yang baik silakan diambil🙂
thanks :3

One thought on “Tuhan dan Tukang Cukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s