kuliah atau organisasi?

Dalam setiap wawancara “open recruitment” tak jarang pertanyaan seperti ini muncul :

“kuliah atau organisasi?  berat mana? ga boleh 50:50”

Menurut saya itu pertanyaan konyol yang tidak pas utnuk ditanyakan saat wawancara. Saya tahu tujuan pewanwancara adalah dia bisa mendapat sebesar apa komitmen dan loyalitas calon anggota barunya tersebut. Dan saya menyesal dulu menjawab 40:60, condong ke organisasi, semata-mata untuk “menjilat” pewawancara. Saya pikir banyak calon anggota organisasi lain yang menjawab seperti saya, demi menyenangkan pewawancara.😀

Menurut saya, menjilat saat wawancara itu hal yang sah-sah saja; asalkan ketika kita sudah diterima di organisasi tersebut, kita “sembodo” dengan apa yang telah kita ucapkan ketika wawancara; dan memegang omongan itu adalah hal yang susah🙂

Kembali ke kuliah atau organisasi;
kalau sekarang saya ditanya dengan pertanyaan serupa jelas saya akan pilih 90% kuliah, 10% organisasi. Cepat lulus kemudian bikin organisasi *perusahaan sendiri :p haha

Kenapa pertanyaan itu adalah pertanyaan konyol (menurut saya)? Syarat utama mendaftar organisasi apa sih? Jelas lah..

1. TERDAFTAR SEBAGAI MAHASISWA AKTIF

kalau organisasi tersebut pengen cari mahasiswa yang bisa full di organisasi ya jangan cari anggota yang dari kalangan mahasiswa :p haha xD

Selanjutnya, pertanyaan tersebut kerap menuai jawaban yang ‘menjilat’ dengan lebih mengedepankan organisasi, dan yang ‘menjilat’ belum tentu konsisten dengan apa yang dia ‘jilat’. Jadi? Kembali ke pribadi yang melakukan ‘penjilatan’ tadi apakah dia ‘sembodo’ (konsisten dengan apa yang dia ucapkan ketika wawancara).

Jadi tujuan dari pertanyaan tersebut; yang menurut saya adalah untuk mencari tahu seberapa besar loyalitas dan komitmen terhadap organisasi tersebut tidak (kurang) dapat tercapai.

Lalu bagaimana?
Susah memang menilai loyalitas dan komitmen seseorang terhadap kewajiban (kuliah atau organisasi) jika tidak dihadapkan dengan pilihan secara langsung dan tidak dibuat-buat. Loyalitas akan terbentuk seiring dengan adanya perasaan nyaman, diterima dan dibutuhkan di organisasi tersebut. 3 kebutuhan dasar manusia, merasa nyaman, diterima dan dibutuhkan. Jika 3 hal ini tepenuhi maka dia akan loyal terhadap organisasi tersebut. Itu jika tidak terbentur dengan hal lain (dalam hal ini adalah kuliah), tentu kedewasaan berpikir berperan penting, bagaimana dia bisa memilih sesuai dengan kondisi dan situasi; mengorbankan yang satu demi menjalankan yang lain.
Saya dulu sering melakukan ini, demi “jilatan” saya saat wawancara, demi organisasi yang telah memberikan tanggungjawab pada saya, dan yang jelas saya dibutuhkan pada saat itu. Ya jadi saya meninggalkan kelas😀 hahaha

Butuh pengetahuan tentang psikologi manusia yang mendalam dalam hal wawancara, bukan sekedar dengan rasio 40:60, dsb karena ucapan berbeda dengan kenyataan yang akan datang😀

Seharusnya kuliah dan organisasi seiring sejalan. Punya porsi masing-masing yang sesuai dengan situasi dan kondisi, yang jika diukur dengan rasio bisa berubah-ubah.🙂 Saya harap tidak ada mahasiswa yang ditolak masuk organisasi hanya karena mengedepankan kuliah; toh itu amanah orangtua; tak tidak pula langsung menerimanya jika dia mengedepakna organisasi dengan rasio tertentu.

*kalau minggu depan saya disuruh wawancara, pertanyaan ini ga bakal saya tanyakan!😀

One thought on “kuliah atau organisasi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s