Mimpi_03518

Saya, Taufiq Ramadhan. Masuk Komputer dan Sistem Informasi UGM adalah 80% keberuntungan, 20%-nya adalah nasib. Saya juga lulusan sebuah SMK Komputer Jaringan.  Lalu apakah komputer itu “passion” saya? Saya rasa terlalu dangkal untuk menyimpulkan bahwa “passion” saya adalah tentang komputer, karena semenjak saya ada di Komsi, saya tahu bahwa dunia komputer terlalu luas.

Awalnya saya tertarik dengan dunia jaringan, linux; karena itu yang saya dapatkan selama di SMK. Semakin kesini saya mengenal banyak hal, pemrograman, analisa algoritma, design, multimedia, film, internet, database, dll. Jika tentang hal-hal diluar kuliah, saya dapat lebih banyak lagi. Mulai mengenal psikologi, sastra, dsb. Karena mengenal banyak hal tersebut saya mulai bingung dengan apa “passion” saya. Sewaktu kuliah ini saya juga jadi lebih suka membaca untuk mengisi kekosongan waktu di kost atau menunggu kuliah di kampus. Beberapa buku yang saya baca menjelaskan bahwa “passion” adalah lentera jiwa, sesuatu yang jika dilakukan akan memberi rasa hangat didada dan memberi semangat yang tiada habisnya. “Passion” itu juga bukan tentang apa yang saya bisa tapi apa yang saya sukai. Nah, dari sini saya bisa sedikit menarik kesimpulan bahwa salah satu “passion” saya adalah membaca dan menulis. Lebih dalam lagi, saya juga punya “passion” dalam hal yang berbau sosial, psikologi, dan ke’manusia’an, misalnya mencoba mempelajari bagaimana kepribadian manusia dengan membaca buku-buku psikologi popular, buku-buku motivasi, kepribadian, dll

Lucu memang, saya kuliah di Komputer tapi punya “passion” yang justru berlawanan, yakni di sosialita, tapi bagi saya itu tidak masalah. Saya menikmati proses saya di Komsi. Mencoba mencari apa yang bisa saya sukai di Komsi, dan saya akhirnya menemukan “passion” juga di database, datamining, dan datawarehousing. Ya walaupun nilai matakuliah database kurang begitu memuaskan, tapi saya enjoy saja. Kemudian passion yang lain adalah di pemrograman Java yang cenderung ke mobile programming. Mungkin karena adanya permintaan pasar yang tinggi terhadap aplikasi-aplikasi di perangkat bergerak sehingga memacu saya untuk ikut terjun sebagi ‘pemain’, bukan sekedar menonton. Selain itu saya juga tertarik dalam analisis design system informasi. Tapi saya sadar untuk menjadi seorang system analist saya harus bisa menjadi programmer senior dulu.

Di dalam organisasi saya juga menemukan banyak hal, seperti belajar berkomunikasi, terutama di public speaking. Belajar kepemimpinan, kestabilan emosi, pengendalian diri, kepercayaan, kedisiplinan, dll. Hingga akhirnya timbul dipikiran saya kelak untuk menjadai seorang CEO di perusahaan yang saya rintis dari 0 bersama rekan-rekan saya yang 1 visi. J Perusahaan dalam bidang pemrograman, pembuatan system informasi, dll. Di dalam organisasi saya juga mengenal banyak orang yang “luar biasa” dalam bidangnya masing-masing, yang menurt saya mereka telah menemukan “passion” mereka dan tahu arahtujuan hidup mereka. Dari mereka saya mencoba berkaca dan belajar.

Walaupun sekarang saya masih jauh dari pemahaman tentang tujuan hidup, tapi berbekal mimpi-mimpi yang saya rangkai setiap harinya, saya yakin perlahan mimpi itu menjadi tujuan hidup saya.

Sedikit mengutip kalimat yang saya lupa dari buku apa, bahwa jangan terlalu terpaku pada hasil, nikmati dan jalani prosesnya. Karena yang lebih penting dan bermanfaat adalah prosesnya bukan hasilnya.

*ini tugas Technopreneurship🙂
baru tahu kalo ada tugas 1 malam sebelum hari H karena minggu kemaren tidak masuk
dasar last minute person😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s