#random | surhatan penulis

ehem., ini adalah 1 postingan khusus yang saya sediakan untuk mengulas apa-apa yang berhubungan dengan cinta. Diambil dari kehidupan saya sendiri–pengalaman pribadi atau pengalaman teman🙂 Sengaja saya satukan agar tidak kemana-mana. All in. Semua tentang romantika, cerita anak muda.🙂

PHP apaan sih?
Tau kan? Pemberi Harapan Palsu. Pemberi harapan itu seperti apa sih? Janji-janji? Mimpi?Bukankah harapan itu dibangun oleh asumsi pribadi?
Kondisi seperti apa yang menyebabkan harapan itu tumbuh?
Silakan jawab sendiri.🙂

Apakah ada “tersangka” dan “korban” dalam php?

Korban selalu ada, hanya saja itu bisa terjadi karena kecerobohan sendiri akibat tidak bisa mengendalikan “imajinasi” dan terlalu visioner; bisa juga karena adanya tersangka, yang secara sengaja membuat keadaan, situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadinya imajinasi-imajinasi dan visi abu-abu dalam angan seseorang.
Tersangka? Ada yang memang disengaja, ada yang memang bener-bener ga tau apa-apa.😐

Secara detail bisa aku paparkan sbb:

  • Harapan itu bisa terjadi karena ada pihak yang dengan sengaja mengobral janji-janji, ngomong manis. Tapi in-fact NOTHING! Nah itu jelas-jelas PHP dan layak dipidanakan *eh
  • Harapan itu bisa jadi karena satu pihak berangan-angan terlalu tinggi. Karena pihak yang lain dianggap oleh doi baik (padahal pihak itu baiknya ga cuman sama doi doang), maka doi berangan-angan muluk banget tentang kelanjutan hubungan mereka. Udah bayangin besok kalo jadian gimana, kalau nge-date dimana, dsb. Jadi kalo kamu kebetulan sebagai ‘doi’, cek dulu, apakah pihak yang dimaksud tadi emang dasarnya baik ke semua orang, atau cuman baik ke kamu, atau doi baik ke semua orang tapi kalo ke kamu ada yang lebih? *nah., ukuran “lebih” ini sangat subyektif, jadi pikirkan dulu kurangi memakai hati😛
    Sebaiknya jangan berkhayal terlalu muluk sebelum ada bukti kongkrit.
  • Harapan yang memang diharapkan. Kalau ini jelas, pihak yang satu niat buat PDKT dan yang satunya juga siap nerima sinyal. So? Well known🙂

Pacaran?
Pacaran itu apa? | Sebuah relasi..
Relasi yang bagaimana? | Relasi yang memungkinkan kita untuk bertanya “lagi apa?” “sudah makan belum?” dan seterusnya~
Pacaran itu ngapain? | Makan malam bareng, nonton, gandengan tangan, ciuman, dan seterusnya~
Pacaran islami? | Kalo ada, berarti ada juga korupsi islami, ghibah islami, judi islami.
Konyol? Memang!
Absurd? Memang!

Ya memang seperti itu (menurut saya). Definisi dari sebuah relasional yang tidak jelas. Tidak ada payung hukum, tidak mengenal hak dan kewajiban, dan seakan-akan wajib dilakukan oleh setiap remaja di dunia.

Cinta? | Perasaan seneng yang campur aduk, kolaborasi antara harapan, perasaan suka, dan adanya “bau-bauan” bernama pheromone.
Kalau cinta terus? | Sudah menjadi hal yang “wajar” jika ada yang ‘confess’ cintanya, kemudian terbalas, maka mereka pacaran. (apakah yang wajar selalu benar?)
Seakan-akan ada kewajiban bahwa “kalau saya cinta dia, dia cinta saya, maka kita harus pacaran. Menikah? Ga harus. Yang penting pacaran dulu”😐

Pacaran: proses mengenal. Yakin?

Pacaran lama, awet : jodoh? Ga tentu.
Sering kali yang bikin pacaran lama dan putus nyambung itu karena sudah males untuk memulai proses dari awal lagi dengan orang baru. Takut juga kalo ga dapet gantinya. Jadi ya dengan ada ‘sedikit’ keterpaksaan, lanjut dehh..

Apakah cinta bisa dipersalahkan? misalnya, jatuh cinta pada orang yang salah~
Tidak. Mencintai, dicintai itu hak masing-masing individu. Tidak bisa dipersalahkan dengan siapa kita jatuh cinta, atau kita dicintai siapa. Hanya waktunya belum tepat.

Cinta merubah segalanya?
Memang, semua tak sama ketika cinta sudah ada dalam nafas pembicaraan dua manusia. Dan tetap tidak sama meski sudah tak ada cinta.

Apa lagi?

Ahh sudah dulu..😀

desember’12

Tadi ngobrol-ngobrol sama temen.

Cowok itu menang milih. Cewek itu menang nolak.

Nah berarti bisa saya simpulkan:

dalam satu relasi tidak ada hubungan saling mencintai; yang ada adalah : mencintai atau dicintai. bukan begitu?

Jadi misal Cowo nglamar cewe, kemudian diterima. Secara explisit bisa disimpulkan bahwa si cowo cinta sama si cewe dan si cewe merasa dicintai sama si cowo.
Apakah bisa mereka saling mencintai? Bisa. Tapi tidak dalam 1 waktu yang sama. Kalo sama-an, ntar jadinya malah berantem karena ga ada yang mau dicintai.😀

Jadi kamu dicintai apa mencintai?
Kalo cewe sih sebaiknya dicintai😛

januari’13

aku pernah bahas tentang hubungan yang stuck, males putus karena capek buat cari yang baru, capek buat ngulangi proses dari awal, takut perjuangan bertahun-tahun kebelakang terasa sia-sia; kenapa bertahun-tahun? karena biasanya yang mengalami itu yang udah lama. sebenarnya udah prematur sejak awal, tapi terus..terus..terus.. dipaksakan sampai akhirnya mati rasa, garing. yep?

kembali ke  “takut perjuangan bertahun-tahun kebelakang terasa sia-sia”, yakin hal ini adalah alasan yang patut diperjuangkan? bukankah semakin hari, semakin menjalani, semakin banyak waktu yang disia-siakan? kalau berlanjut sampai pernikahan berarti akan menghabiskan hidup dengan sia-sia dong? O.o let’s think! bukankah lebih baik mengorbankan waktu yang sudah berlalu kemudian berpijak darinya, daripada mengorbankan seluruh masa depan dengan sebuah hubungan ‘terpaksa yang berkelanjutan’?

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s