Tulisan Tentang Tulisan-Tulisan yang Belum Selesai

3, 4, 5, .. 12, .. 17
kurang lebih ada 17 draft tulisan yang belum saya selesaikan. terserak dari ujung ke ujung di kamar ini. ada yg terselip di bawah bantal, ada yang hampir masuk tempat sampah, ada yang tercecer begitu saja. saya lupa apa saja yang kutuliskan pada lembar sebar kertas itu. mungkin tentang kisah kita yang selesai–setidaknya itu katamu, walaupun saya merasa bahwa saya belum memulainya.

seperti pagi-pagi sebelumnya, hari ini saya bangun, kemudian menyalakan laptop, memilih saluran radio, dan menyeduh kopi. selama rutinitas ini masih berjalan, saya akan baik-baik saja. pernah suatu hari saya mendadak linglung karena kopi instan saya ternyata habis. akhirnya saya tidur lagi sampai kalau tidak salah, siang itu kamu datang, kalau tidak salah kamu ingin mengembalikan buku GM yang katamu sudah selesai kamu baca. jika bukan karena itu, mungkin saya akan tidur sampai pagi lagi, sampai tiba-tiba ada aroma seduhan kopi.

pagi ini saya menyeduh 2 bungkus kopi instant, berniat untuk merapikan kamar. merapikan serak-serak kertas yang berisi calon tulisan di blog ini. memungut satu satu sambil membaca. membaca linimasa. saya mencari namamu di sana, sekadar memastikan bahwa kamu baik-baik saja. hari-hari ini saya memang tak menulis apapun di linimasa, hanya menjadi pembaca setia, berharap ada namamu mengalir di sana. menemukanmu di linimasa adalah menemukan pagi.

lembaran kertas kini sudah terkumpul. saya mencoba mengurutkannya berdasarkan tanggal. sebagian memang tertanggal, sebagian lagi tidak. tulisan paling awal adalah awal tahun lalu tentang laporan perjalanan, ada sebuah foto terlampir di sudut kertas itu. beberapa tulisan lain tentang kuliah, semacam catatan terpilih yang (dulu) ingin saya tulis disini. membaca kembali satu satu, mana yang sekiranya bisa saya lanjutkan pagi ini. ternyata banyak yang sudah saya lupa.

kopi sudah habis, dan belum satupun dari draft itu saya teruskan, malah saya menulis ini. tulisan tentang tulisan-tulisan yang belum selesai. haruskan dimulai dari awal? bulan ini saja saya baru menuliskan satu tulisan dari dua yang seharusnya saya penuhi. bulan lalu saya tidak menulis apa-apa, dua bulan yang lalu juga. semua masih tertumpuk dalam satu bundle kertas yang sudah saya rapikan. sering saya bertanya, kenapa harus menulis? kenapa harus punya dua “tulisan jadi” setiap bulan? alasan ini masih blur bagi saya. mungkin memang sebaiknya tanpa alasan. bukan untuk menyenangkan orang, bukan untuk menambah jumlah pengunjung. jujur saja, pengunjung tulisan tak lebih dari 30 tiap harinya. mungkin sekadar teman-teman saya yang ‘kangen’ dengan saya dan tidak bisa menemukan saya di kanal yang lain. saya sendiri merindukan keadaan tanpa alasan itu. ketika saya menulis ya saya hanya menulis, effortless, hanya menulis.

beberapa tulisan saya yang sudah ‘jadi’ saya baca kembali. sedikit berharap agar saya bisa menulis kembali, minimal seperti itu, bahkan seharusnya bisa lebih. bukankah ‘suatu karya adalah revisi dari karya yang sebelumnya?’. saya ingin menulis untuk diri saya sendiri, bukan untuk yang lain. itu yang saya rasakan dari tulisan-tulisan saya sebelumnya. bukan bermaksud untuk pelit dan enggan berbagi, tapi fokusnya memang seperti itu. kalaupun ada bias yang bisa diterima orang lain, itu sekadar bias, bukan sasaran.

semoga menulis tugas akhir-pun bisa sejujur ini, bisa se-luwes ini; jujur saja ‘tugas akhir’ adalah salah satu judul dari ketujuhbelas draft yang tadi saya rapikan. menikmati setiap kata, menghela setiap jeda, menjadikan parafrase ter-puisi dengan baik, ada kebaikan di sana. ahahaha! tapi saya malah menulis ini. apakah ini sebagai ‘pengalihan itu’ dari masalah yang sebenarnya? apakah ini sekadar pelarian? saya menulis ini untuk diri saya sendiri, jadi biarkan saya dan kejujuran saya yang menjawabnya😛

kembali kepada draft-draft tulisan saya yang lain. lalu apakah tulisan ini adalah sebagai epilog bagi tulisan-tulisan itu? semoga saja tidak. saya memastikan itu. sangat tidak lucu jika tugas akhir saya berakhir hanya dengan tulisan ini. ahahaha! jangan tiru saya! lanjutkan tulisan-tulisan anda. saya juga akan melanjutkan tulisan-tulisan saya setelah saya selesai menuliskan tulisan tentang tulisan-tulisan yang belum selesai ini. saya akan merivisi tulisan ini dengan tulisan-tulisan lain, yang klimaksnya mungkin ada pada tulisan tugas akhir.

tulisan ini saya mulai sekitar satu jam yang lalu. sekarang jam 10:35. sudah lebih baik dari biasanya. saya mencoba kembali menulis tanpa beban. seperti “Just Write” yang ada di pojok kanan bawah text-field ini. tidak peduli siapa yang membaca, yang penting saya menikmati apa yang saya tulis, saya membaca apa yang saya tulis. perasaan tertekan hanya akan membuat semuanya lebih berat.

sebagian dari draft tulisan saya itu saya tulis dengan beban, kurang bisa saya nikmati. mungkin jika saya menjadi staff redaksi, saya sudah dipecat akhir tahun lalu, karena tidak bisa melanjutkan tulisan hanya karena tidak bisa menikmatinya. ahaha, konyol. ada draft yang masih berupa judul, ada yang sudah satu halaman tanpa judul, ada yang penuh coretan, ada yang hanya berisi nama, ohh mungkin itu kertas tugas yang tidak jadi saya kumpulkan karena saya tidak bisa mengerjakannya sengan sempurna. ya SEMPURNA~!

saya adalah pemuja KESEMPURNAAN!

“selesaikan dengan sempurna atau tidak sama sekali.”

itu adalah slogan paling kampret yang pernah saya terapkan. ya seperti :

“Nobody’s perfect. so I’m Nobody”

saya tidak menjadi siapa-siapa ketika mengejar kesempurnaan, bahkan tidak menjadi diri saya sendiri. beberapa orang sempat sebal dan heran dengan sikap saya itu (it was). saya pernah memutuskan untuk tidak mengumpulkan tugas akhir suatu matakuliah hanya karena itu tidak sempurna (menurut saya). dan itu adalah kesalahan paling buruk yang pernah saya lakukan selama kuliah. nilai-nilai pemujaan kesempurnaa di atas masih dan yang tersemat pada beberapa draft tulisan saya. hanya karena merasa “ahh, ini tulisannya terlalu ‘x'” hingga akhirnya (sampai sekarang) tulisan itu belum juga ‘jadi’.

karena pemujaan yang berlebihan terhadap sebuah nilai ‘sempurna’ dan ‘ideal’ tadi saya sering kali terbentur masalah dengan diri sendiri. ya seperti draft ini, nilai matakuliah yang tidak keluar dan ya sebagai anak muda jaman sekarang kalian tau lah (red: masalah per-merahjambu-an). semoga dengan menuliskan ini saya bisa mengurangi kadar ‘pemujaan kesempurnaan’, yang sebenarnya mulai saya lepas ketika terbentur banyak realita. idealitas itu tidak ada, capek kalau hanya mengejar idealitas. selesai itu lebih baik daripada sempurna. dan itu juga saya terapkan kepada tugas akhir saya. saya tidak ingin tugas akhir saya sempurna, ideal; saya hanya ingin tugas akhir beserta draft-draft tulisan saya selesai dengan baik dan memuaskan nurani saya.

itu adalah beberapa hal yang menghambat saya ketika menulis, tentang identitas, alasan saya menulis, tentang anggapan bahwa sempurna itu segalanya. semoga dengan ‘hanya menulis’ dan ketidakpedulian pada yang lain, saya bisa menyelesaikan draft-draft tersebut. tulisan ini saya anggap selesai.

salam selamat pagi dari @tintak0p1


saya tahu semalam ada yang mencari saya melalui google. saya menulis ini juga untuk kamu yang semalam mencari saya. saya baik-baik saja.

stat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s