dari Ayah untuk Senja

kemudian ayahmu menutup obrolan hangat sore itu . .

‘maaf ayah bukannya mengeluh, ayah tetap ikhlas menjalani ini semua, ayah tetap semangat, tapi kadang ayah hanya merasa lelah, ayah hanya ingin berbagi cerita saja, setidaknya melegakan hati’.

kamu sampaikan ulang cerita itu padaku dengan pesan . .

“setiap orang butuh untuk didengarkan, setiap orang butuh untuk dianggap ‘ada’.  Aku nggak masalah kamu cerita/ sedikit ngeluh sama aku. Aku dengerin.”

~

jogja,  saat matahari condong ke utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s