Tarik Ulur Subsidi BBM

*macak mahasiswa fisipol*
*uhuk*

Kemarin malam saya sempatkan untuk pulang (literally). Berhubung di kos tidak ada tv, jadi momen di rumah saya gunakan untuk menonton televisi, ya walaupun isinya begitu-begitu saja, tapi tak apalah; sekali-kali.

Fokus tontonan saya saat pulang adalah ‘wacana’ kenaikan harga BBM dan karut-maruk koalisi. Oiya, di sini saya tidak membela kubu manapun.🙂

pertama, ‘keluar’nya PKS dari koalisi karena menolak kenaikan BBM. Ya PKS layaknya musuh dalam selimut bagi partai lain dalam koalisi pemerintahan. PD sebagai ‘kepala suku’ didukung setgab sepertinya sudah mengeluarkan PKS dari koalisi secara halus dengan tidak mengundang PKS dalam rapat setgab. Entah alasan apa yang menjadi dasar PKS untuk menolak kenaikan BBM, apakah hanya untuk mendongkrak popularitas yang telah luluh lantak setelah LHI ketahuan terlibat korupsi? Atau memang keputusan yg diambil PKS sudah tepat?

kedua, sebenarnya isu dan wacana kenaikan BBM ini sudah dihembuskan tahun lalu, bahkan 2 tahun lalu. Namun tidak juga dieksekusi. Mungkin pak Presiden sengaja menunda-nunda keputusan ini sampai akhir masa pemerintahannya agar pemerintahan yang sekarang tidak secara langsung menanggung resiko menaikkan harga BBM.

ketiga, lihat sekarang banyak iklan di televisi yang secara explisit mendukung pengalihan subsidi BBM ke sektor lain misalnya pendidikan dan pembangunan. Iklan ini memberi gambaran bahwa rakyat bisa sejahtera kalau subsidi BBM dinaikkan. Apakah iklan ini benar? atau hanya rayuan gombal?

keempat, beberapa bulan yang lalu waktu ada pembatasan jumlah pasokan solar, saya mengalami dan mengamati sendiri bagaimana seorang sopir truk dan petani harus antri solar di pom bensin sebelum kerja (itupun kalau dapet). Saya pernah tanya kepada beliau itu;
saya : ‘pak menawi antri kaya ngeten niki pripun?’ | kalau antri gini gimana pak?
bapaknya sopir truk pencari pasir : ‘wah yo rugi dik, antrine suwe’ | wah ya rugi, antrinya lama’
saya : ‘milih antri nopo mundhak pak? | pilih antri atau naik pak? (harga BBMnya)
bapaknya sopir truk pencari pasir : ‘nek golekane angel ngeneki yo milih mundhak mas, karuan. sik penting solar gampang’ | kalo nyarinya susah gini mas ya milih naik. yang penting solar gampang (nyarinya).

kelima, saya kurang tau itung-itungan subsidi BBM. ada yang bilang kalau dengan harga yang sekarang (4500IDR/liter untuk premium dan solar) pemerintah masih untung. ini hoax apa fakta saya kurang tau. mungkin anda bisa menambahkan dengan data yang valid.

keenam, apakah tepat menaikkan harga BBM menjelang puasa? akankah ada inflasi besar?

ketujuh, apakah anda setuju keadaan yang menggantung (pemerintah tidak segera mengambil keputusan untuk iya/ tidak menaikkan harga  BBM) akan membuat perekonomian tidak stabil?

kedelapan, saya sih setuju saja kalau subsidi BBM dicabut. dengan alasan penikmat subsidi selama ini itu sebagian besar kaum menengah ke atas.

kesembilan, kalau mampu beli mobil baru silakan pakai pertamax.

sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s