Hajatannya Siapa?

Weekend ini saya sengaja pulang, sebatas refreshing. Sebentar lari dari kenyataan. Entah mengapa, untai-waktu jika di rumah itu terasa pelan dan menghanyutkan.🙂. Kebetulan kemarin saya diminta ibu untuk mengantar beliau ke kondangan, resepsi nikahan gitu lah. Berhubung saya nganggur seharian cuma nongkrongin televisi, apa salahnya ikut, hitung-hitung makan gratis. Kan gitu to?😀

Well, akhirnya sampai di tempat kondangan, tempatnya tidak terlalu jauh dari dari rumah. Begitu sampai dan duduk, saya ngobrol sama ibu tentang siapa sih yang punya hajat, dan yang lucu itu ibu nggak tau siapa yang punya hajat -_-. Lhoh kok bisa diundang? -_-

Kata ibu kalau di desa (literally) sangat bisa seperti itu, diundang ke kondangan hanya karena kenal dari kenalannya yang punya hajatan. Parahnya lagi, kata ibu, babe pernah diundang tiga kali ke acara nikahan anaknya yang mengolah sawah di samping rumah. Padahal ketemu juga jarang, tau juga sedikit. Tapi ya gitu. Entah mengapa. Mungkin budayanya sudah begitu.

‘Mungkin, yang punya hajat itu kenal sama bapakmu, muridnya mungkin’, kata ibu begitu. Tapi ya tetep aneh -_-. Terus saya nyeletuk aja, berarti kalau kita besok hajatan, undangannya bakal banyak dong. Hahahaha.😀 Who knows? Tapi kata ibu undangannya biasa saja, hanya nanti yang nyumbang itu lebih banyak dari undangan. Istilahnya tamu tak diundang, jadi kita tetep harus balikin to? Bikin semacam oleh-oleh gitu. Ya begitulah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s