Aku Selalu Bangun Lebih Pagi

huruf kecil

“BARU bangun, kan?”

Setiap kali perempuan itu datang, kira-kira pukul sepuluh pagi, ia menyapaku seperti itu. Meskipun sesungguhnya itu kalimat tanya, aku kira, ia tidak bermaksud bertanya sama sekali. Itu pernyataan yang menyamar sebagai pertanyaan.

Aku tidak pernah menanggapinya. Setelah mengatakan kalimatnya, perempuan itu akan masuk ke ruanganku. Ia akan duduk di depan komputerku, dan menulis sesuatu—entah apa—tanpa memberiku waktu menanggapinya. Selalu seperti itu. Akhirnya, aku merasa  kalimat itu memang tidak perlu ditanggapi.

Sering kali, aku pikir ia tidak kreatif. Setiap pagi, ia menyapa dengan kalimat yang sama. Baru bangun, kan? Apakah ia tidak bisa menemukan kalimat lain yang lebih menarik—lebih baik? Kenapa ia tidak sesekali mengatakan, misalnya, ‘rambutmu kusut sekali pagi ini’ atau yang lain yang maksudnya sama. Mestinya ia tahu aku tidak suka kalimat-kalimat klise.

*

IA selalu menemukan aku membaca buku, ketika ia datang. Hal itu sesungguhnya satu jawaban. Aku tidak mungkin baru bangun. Setiap kali ia…

View original post 1,470 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s