CLICK!

LINIMASA

Undangan itu berwarna hijau daun dengan emboss monogram AA. Andi dan Aulia, keduanya adalah kawan sekelas adik sepupuku. Andi berumur 18. Aulia, 20. Mereka baru saja sukses melewati masa pubertas dengan cemerlang. Dan yang terpenting, mereka berani memutuskan untuk menikah!

Aku maksa ikut dalam jajaran tamu ndak diundang. Sejujurnya banyak sekali pertanyaan yang ingin aku muntahkan untuk mereka jawab, tapi urung dilakukan karena waktu bersalaman ndak cukup untuk mengajukan tanya jawab lisan di pelaminan. Akhirnya terjebak dalam permainan tebak-tebakan. Tebakan paling logis dengan akurasi tinggi adalah: Hamil diluar nikah. Kenyataanya, salah! Kedua mempelai memutuskan untuk menikah karena cinta, seiman, merasa siap mengemban tanggung jawab sebagai suami-istri, dan positif direstui orangtua. Keterangan ini aku dapatkan dari kasak-kusuk para tamu di seputar meja makan. Dalam tiap resepsi pernikahan, meja makan bisa jadi biografi ringkas kedua mempelai–percayalah. Bagaimana bisa kedua jiwa muda ini memutuskan perkara yang begitu tua?

Jangankan membuat daftar alasan pernikahan…

View original post 893 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s