Kenapa Saya (Masih) Menulis Puisi

huruf kecil

Saya tidak betul-betul tahu alasan kenapa saya memutuskan menulis puisi. Barangkali ini ada hubungannya dengan kebosanan dan kesepian saya waktu kecil. Saya menemukan kesepian dan kebosanan penuh keindahan. Dengan kebosanan, saya jadi sering bertanya kepada macam-macam benda dan peristiwa. Saya juga bepergian ke banyak tempat dan membuat banyak teman hayalan.

Waktu kecil saya terobsesi ingin menjadi pemain musik dan pelukis. Saya menganggap musik dan lukisan bisa membuat hidup yang rumit, seperti hidup ibu saya, menjadi lebih tenang. Tetapi kata ibu saya, “kamu bisa melakukan keduanya sekaligus dengan menulis.” Kata-kata, katanya, adalah alat yang bisa digunakan untuk menciptakan musik, lukisan, dan bahkan tarian. Saya tahu, dia mengatakan itu karena tidak mampu membeli alat musik dan perlengkapan melukis untuk saya. Belakangan saya merasa kata-kata ibu saya itu benar adanya.

*

Kenapa saya masih menulis hingga sekarang? Sesungguhnya saya sering mengatakan ‘jika saya tahu alasan kenapa saya menulis puisi, saya mungkin sudah berhenti menulis puisi’…

View original post 272 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s