Perihal Ekstensi Sistem Informasi di UI

Setelah pemikiran panjang nan melelahkan dan pertimbangan yang tidak benar-benar masak, minggu lalu saya akhirnya pulang.

Berawal dari undangan-sebut saja seperti itu-untuk bertukar informasi mengenai seluk-beluk ekstensi S1 di UI. Rencananya acaranya itu ada dalam sebuah sesi di kelas. Tidak terlalu formal, hanya sharing dan tanya jawab. Obrolan mengenai undangan itu terjadi dua minggu yang lalu dan saya berjanji untuk memberikan konfirmasi 4 hari kemudian. Di hari yang dijanjikan, dengan tiket yang sudah di tangan, ternyata sesi tersebut batal. Konon katanya sang EO sedang ada kuliah tambahan, pun pembicara utama sedang sibuk. Tapi saya toh tetap pulang.

Rencananya saya pulang ke Jogja selama tiga hari: Jumat, Sabtu, Minggu.  Senin pagi, rencananya saya akan kembali ke Depok karena ada kuliah. Selain itu, tiket berangkat juga sudah terbeli bersama tiket pulang. Ya tapi itu tinggal rencana, karena mbak @zufieuphi ‘memaksa’ saya untuk menukar tiket balik dan menunda keberangkatan. Jadi, wajib hukumnya bagi kalian yang merasa terbantu dengan tulisan ini untuk mention mbak @zufieuphi di twitter untuk sekadar berterimakasih dan menyemangati dia agar segera menyelesaikan skripsi.

Kemudian di sanalah saya, Senin sore, di Kampus Vokasi. Sekadar ingin bertegur sapa dengan sang EO. Membicarakan kelanjutan sesi yang tertunda. Saya sendiri memang berinisiasi untuk menulisnya di sini, sejak sang EO mengutarakan bahwa ada sebagian dari adik-adik angkatan yang berminat dan berniat untuk melanjutkan studi. Nah, maksud kedatangan saya sore itu lebih kurang untuk membahas kira-kira apa saja yang harus saya tulis. Agar nantinya, harapan saya, tulisan saya bisa sedikit membantu dan mengurangi kebingungan adik-adik angkatan.

Demikian tadi prolognya.


Saya di sini akan secara spesifik membahas serba-serbi ekstensi di UI. Karena yang saya alami memang hanya itu, fyi saya tidak ndaftar ekstensi selain di UI. Dan berdasarkan penerimaan tahun 2014.

Ada baiknya sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi, dipikir dan dipertimbangkan masak-masak dulu. Jangan seperti saya yang awalnya: diterima ya syukur, enggak ya udah; iseng-iseng berhadiah. Tapi saya tetap ngomong sama orang tua tentang rencana keisengan saya, biar nanti kalau diterima dan dimintai sokongan dana, beliau-beliau ndak begitu kaget; sementara kalaupun tidak diterima, beliau-beliau ndak sebegitunya kecewa.

Mengomunikasikan rencana untuk melanjutkan kuliah kepada orang tua itu penting. Apalagi jika belum mencapai ‘finansial fridem’ dan pembiayaannya nanti masih melalui ‘Yayasan Ayah dan Bunda’–seperti saya. Saya bisa dan berani menjawab pengen kuliah karena memang ditawari. Jika tidak ditawari ya saya sendiri sungkan untuk minta. Saya pasrah og kalo sama orang tua. Jangan sampai tiba-tiba kamu menodong orang tua dengan surat keterangan diterima kuliah ekstensi. Bisa pingsan beliau.

Sudah jadi rahasia umum bahwa biaya ekstensi itu tidak murah, bahkan cenderung agak mahal. Saya berpikiran bahwa orang tua yang ‘berani’ memberi kesempatan untuk melanjutkan kuliah karena memang beliau mampu–mbuh piye carane iso, mbuh seko ngendi ono.

Selain biaya kuliah, jika di UI, yang jadi sorotan lain adalah biaya hidup. Walaupun hanya di pinggiran Ibukota, tapi di Depok itu tetap kecripatan mahalnya, macetnya, panasnya, dan hiruk-pikuk dan ketergesaan Ibukota. Jadi kalau memang mau ekstensi di UI, perihal biaya hidup–kos, makan, buku, dll–sangat perlu dibicarakan dengan penanggung biaya. Untuk hitung-hitungan, di Depok bisa butuh minimal 1.5 juta perbulan untuk hidup ( dengan sederhana).

Oiya, ijin dan ngobrolin rencana dengan pasangan atau orang terdekat sebaiknya juga dilakukan. Ini penting. Siapa tau nanti LDR. Dan pasangan tidak bisa menjalani LDR. Dan dia minta putus. Ini risiko. Patut dipertimbangkan.

Di UI, ekstensi S1 Sistem Informasi masuk dalam program S1 Paralel. Informasi biaya pendidikan untuk ekstensi (paralel) ada di sini. Jelasnya seperti ini: beaHarusnya S1 Paralel membayar DP 30 juta tapi karena lulusan D3 maka hanya membayar DP sebesar 15 juta dan biaya BOP sebesar 8 juta per semester. Sehingga di awal masuk, harus membayar 23 juta.  Pendaftarannya sendiri, ada dan hanya melalui http://penerimaan.ui.ac.id/. Pendaftaran untuk tahun 2014 bisa dilihat di http://penerimaan.ui.ac.id/id/period/index/1201  Tata cara pendaftaran ada di http://penerimaan.ui.ac.id/id/page/registration.

Saya tau kok, kamu pasti males buka. Saya ringkas di sini ya (berdasarkan pelaksanaan tahun 2014):

jadual

^Jadwal kegiatan^

materi

^Materi ujian^

  • Biaya pendaftarannya 500 ribu. 
  • Tesnya di Depok, Agustus (tahun 2014)
  • Tidak perlu beli papan alas soalnya tidak dibutuhkan (dan tidak diperkenankan dibawa) saat ujian
  • Tes dibagi dalam 2 sesi:
    • Tes Potensi Akademik ~> Logika, Silogisme, Antonim, Sinonim, Penalaran, Hitungan. Bisa belajar dan berlatih dari buku; jangan dari jonru. Ada penalti jika salah menjawab.
    • Tes bahasa Inggris ~> Reading, Writing, dll (saya sendiri kurang paham). Hampir menyerupai tes TOEFL atau TOEIC. Tidak ada penalti terhadap kesalahan jawaban.

Ada baiknya untuk membaca aturan pengerjaan soal, karena saya dulu tidak melakukan itu dan langsung mengerjakan.🙂

Kalo situ nanya, saya kok bisa diterima padahal niat juga ‘iseng’ dan tidak sepenuhnya membaca petunjuk pengerjaan soal, jawabnya ada di ujung langit. Situ mau anggap saya sombong juga boleh :p. Saya ndak seperti temen situ kok, yang suka bilang ‘nggak bisa, aku sama sekali belum belajar’, tapi di akhir semester nilainya A. Lhak yo brengsek ta? Orang-orang seperti itu hanya butuh pengakuan bahwa dia jenius. Sebelum tes saya belajar kok, sedikit, cuma beli buku terus sudah ‘ayem’. Mungkin juga doa Ibuk saya yang bikin berkas saya diloloskan oleh panitia :’)

Hasil SIMAK UI diumumkan seminggu setelah tes.

Curcol dikit:: Sedih rasanya ketika ada teman yang berjuangnya bareng kita tapi dia tidak lolos. Tapi mangkel juga kalau tau ada yang lolos tapi tidak diambil. Ya mungkin Tuhan dan mereka punya alasan dan pertimbangan tersendiri.


Karena sudah lolos, hal yang harus dilakukan adalah registrasi ulang: bayar senilai 23 juta–angka yang menurut saya cukup untuk nikah di KUA dan menggelar hajatan sederhana di depan rumah– dan verifikasi berkas di Depok. Bisa dibilang usaha untuk kuliah di UI sangat mahal. Usahanya lho, bukan pas kuliahnya. Jika dari Jogja, minimal butuh 160ribu untuk sekali jalan ke Jakarta, Bogowonto atau Gajahwong, Ekonomi AC tentu. Kalau pada prosesnya situ PP (pulang-pergi) dari Jogja ke Jakarta (Depok) seperti saya, butuh kira-kira 800ribu sampai 1juta untuk perjalanan 2 kali PP. Biar ngirit, pas di Jakarta, nginep-lah di tempat teman.🙂

Proses registrasi hanya memakan waktu setengah hari. Menyerahkan bukti pembayaran, isi form, verifikasi ijazah dan transkrip, fitting JaKun (Jaket Kuning)–kalo almamater UGM bisa disebut Jaket #8A7C5F. Geek dan nerd sekali tah?– Tapi ternyata kemarin, setelah registrasi saya ditelepon sekretariat Fasilkom UI yang memberi tahu bahwa besok, sehari setelah registrasi ulang akan ada ujian matrikulasi di fakultas, materinya tentang dasar-dasar pemrograman dan arsitektur komputer. Alhasil, tiket pulang saya hangus. Batal pulang.

Ujian matrikulasi sendiri semacam fit and proper tes terhadap kemampuan mahasiswa. Hasil dari ujian ini menentukan berapa jumlah SKS yang bisa di transfer. Seperti yang sampaikan Ibu Yanti (yang menelepon saya kala itu), materinya ada dua: dasar-dasar pemrograman dan arsitektur komputer.

Dasar-dasar pemrograman itu seperti yang didapat di kuliah pemrograman terstruktur I: deklarasi variable, kondisi (if – then -else, case – of), iterasi (looping, for, while), analisa running-time, analisa algoritma, prinsip-prinsip pemrograman berbasis objek (inheritage, enkapsulasi, dst (saya sendiri lupa -,-)), deklarasi object dan class, deklarasi function dan method, rekursif, dan pada soal terakhir akan diminta untuk menulis program atau melengkapi fungsi menggunakan bahasa pemrograman yang dikuasai.

Sementara arsitektur komputer meliputi konversi dec-biner-hexa, gerbang logika (semacam kuliah AVM), hardware (memori, ALU, CPU, disk), sistem operasi, dan sedikit jaringan.

Selain menentukan jumlah SKS yang ditransfer, hasil ujian dengan dua komponen di atas juga menentukan jumlah mata kuliah wajib yang harus diambil.

Case impian : Lolos materi dasar-dasar pemrograman dan arsitektur komputer. Tidak wajib mengambil kuliah Dasar-dasar Pemrograman (DDP)–yang punya 6 SKS -enam SKS! dan Dasar-dasar Arsitektur Komputer (DDAK)–yang hanya 4 SKS. Jumlah SKS yang bisa ditransfer: 72 SKS (ter-maksimal– 50% dari 144 SKS untuk lulus).

Case #1 : Gagal materi dasar-dasar pemrograman, tapi lolos materi arsitektur komputer ::
wajib mengambil kuliah Dasar-dasar Pemrograman (DDP) –yang punya 6 SKS -enam SKS! Jumlah SKS yang bisa ditransfer: 66 SKS.

Case #2 : Lolos materi dasar-dasar pemrograman, tapi gagal materi arsitektur komputer ::
wajib mengambil kuliah Dasar-dasar Arsitektur Komputer (DDAK)–yang hanya 4 SKS. Jumlah SKS yang bisa ditransfer: 68 SKS.

Case #apes Gagal materi dasar-dasar pemrograman dan materi arsitektur komputer ::
wajib mengambil kuliah Dasar-dasar Pemrograman (DDP)yang punya 6 SKS -enam SKS dan Dasar-dasar Arsitektur Komputer (DDAK)–yang hanya 4 SKS. Jumlah SKS yang bisa ditransfer: 62 SKS.

Daftar lengkap mata kuliah wajib untuk masing-masing case bisa dilihat di sini.

Sedikit intermezzo, berikut ini testimoni rekan kelas saya yang (harus) mengambil DDAK:

IMG-20141014-WA0013IMG-20141201-WA0002 Hehe🙂

Iya, saya mau sombong lagi karena saya masuk di case #impian. Sepertinya doa Ibuk saya punya suatu tempat istimewa di catatan Tuhan.🙂

*Ini hanya untuk situ yang sudah lihat ‘daftar lengkap mata kuliah wajib untuk masing-masing case’ di atas. Syarat lulus ekstensi S1 Sistem informasi di UI cukup mudah. Hanya perlu lulus di semua mata kuliah wajib (seperti di daftar)–lulus itu minimal C– dan mengambil lalu lulus mata kuliah pilihan. Mata kuliah pilihan apa saja? Bebas, semua yang ditawarkan di UI–termasuk dari program/ fakultas lain (akan muncul di portal akademik) bisa diambil, dan skripsi masuk dalam mata kuliah pilihan. Masa studinya, normal: 2.5 tahun.

Selain ujian matrikulasi, juga ada semacam ospek dan pengenalan fakultas. Sederhana, hanya berupa presentasi dan penjelasan. Isinya kurang lebih mengenai aturan main di Fasilkom UI. Seperti absensi (ketidakhadiran) yang maksimal 25%, jika lebih maka tidak bisa ikut ujian. Prosedur pengajuan ijin tidak masuk kuliah. Prosedur pengisian KRS. Dan hal-hal lain yang mungkin bisa situ tanyakan langsung ke saya.

Setelah semuanya selesai berarti resmi, sah menjadi mahasiswa Fasilkom UI *ciee.. Selanjutnya adalah cari kos, hidup, dan kuliah dengan baik dan benar.

Oiya, berdasarkan pengalaman 2014. Pengumuman seleksi di IPB diumumkan sebelum tes masuk UI. Jika mendaftar dua-duanya (IPB dan UI) pertimbangkan dengan baik. Apalagi jika statusnya sudah diterima di IPB. Jika sudah yakin di IPB, segera lakukan registrasi ulang dan ada baiknya tidak perlu datang SIMAK UI. Kenapa? Untuk meng-0-kan kemungkinan diterima. Katanya sudah yakin? Kok coba-coba yang lain?🙂 Beda kasus jika, oke.. sudah diterima di IPB, tapi kok ndak sreg ya dengan kampusnya. Tetep pengen di UI. Silakan saja ikut SIMAK UI. Intinya, tidak semua orang punya kesempatan dan bisa memilih. Jika kita punya,ya dipergunakan dengan baik.🙂

Cerita selanjutnya ada di sini >> kuliah ekstensi


kau tak selalu bisa punya yang kau inginkan.

kau tak selalu bisa punya yang kau impikan.
relakanlah semua, berakhirlah sudah…

48 thoughts on “Perihal Ekstensi Sistem Informasi di UI

  1. Untung nggak disebut as Mbak EO yang ‘pehape’. Hahaha.

    Tunggu aku umumin ya, mas polem dari depok.
    Salam semangat buat mbak manager.
    Skripsi kelar cepet. aamiin

    Thanks, Pik! :DD

  2. maaf mau tanya beberapa :
    1. jarak kost-kost an dari kampus rata-rata berapa ? soalnya itukan pulangnya malem, relative aman tidak ?
    2. Biaya hidup minimal 1,5 juta sudah termasuk kost atau belum ? apa bisa masak di kost / kost nya ada dapurnya tidak ? kalau bisa masak sendiri kan lebih irit jatuhnya #mindsetMHS
    3. apa (mahasiswa extensi) rata-rata pada kuliah sambil nyambi kerja ? berapa jumlah semuanya ?
    matursuwun mas sharenya

    1. 1. jarak kost-kost an dari kampus rata-rata berapa ? soalnya itukan pulangnya malem, relative aman tidak ? – Dari kampus Fasilkom rata-rata 15 menit jalan kaki atau naik Bus Kuning UI. Aman atau tidak, selalu waspada aja, jangan pulang sendiri, dan mainan HP di jalan.
      2. iaya hidup minimal 1,5 juta sudah termasuk kost atau belum ? apa bisa masak di kost / kost nya ada dapurnya tidak ? kalau bisa masak sendiri kan lebih irit jatuhnya #mindsetMHS – Biaya kos biasanya antara 500 sampai ~ *banyak (tergantung keadaan dan fasilitas kost tersebut. Kalau mau masak sendiri ya cari kos yang ada dapurnya. Hehe. 1.5 juta bisa kok buat sebulan–untuk kos dan makan–tidak untuk hedon.😉
      3. apa (mahasiswa extensi) rata-rata pada kuliah sambil nyambi kerja ? berapa jumlah semuanya ? – Satu angkatan sekitar 50 mahasiswa. Pas awal masuk, hampir 50% kerja, makin kesini prosentasenya fluktuatif, tapi sekarang > 50% kerja. Kenapa fluktuatif? Karena sebagian besar kerja di perusahaan IT yang turnover-nya lumayan tinggi. Ada juga yang resign karena kuliah, atau yang pas awal masuk kuliah masih belum kerja tapi terus kerja, karena atmosfernya emang ngedukung buat nyari kerja. Maklum kepengen sama kaya temen yang udah punya penghasilan sendiri.

  3. Hmm, sangat bermanfaat bagi saya mas hehe. oh iya mas itu biaya DP+BOP harus dibayarkan diawal daftar ulang atau bisa dicicil ya mas sampai semester awal berakhir ? oh iya salam kenal mas, saya mahasiswa d3 semester akhir hehe.

    1. Setahu saya, BOP dan DP dibayar kontan, tapi mengenai bisa atau tidaknya dicicil, mungkin bisa ditanyakan pas sudah diterima dan saat melakukan pembayaran.

  4. wah.. terimakasih. bermanfaat sekali🙂
    Ada beberapa yg ingin saya tanyakan
    1. Soal hitungan yg dimaksud itu soal matematika dasar yg isinya kaya soal sbmptn, atau malah cuma hitung-hitungan TPA seperti biasa kaya deret dll? boleh tau buku yg digunakan mas taufiq apa?
    2. apa setiap fakultas mengadakan ujian matrikulasi? saya baca di tempat lain, ada yg bilang tidak
    3. bedanya kelas reguler dengan kelas khusus apa? terlebih mengenai jadwal kuliahnya

    makasih banyak loh kak..

    1. 1. soal ujian masuk ya? tahun lalu hanya TPA, itung-itungan kaya di soal TPA. kalo bukunya aku lupa, tapi termasuk buku mainstream kok, intinya untuk latihan.
      2. kalo matrikulasi emang tergantung fakultasnya
      3. kelas reguler kuliahnya siang, kelas ekstensi kuliahnya malem. kalo dari jadwalnya gitu.

  5. Kak saya mau nanya. Untuk persyaratan minimal pengalaman kerja 2 tahun itu wajib tidak?
    Soalnya saya lulus D3 mau langsung lanjut ekstensi. Terimakasih

      1. Masalahnya saya belum pernah kerja. Dan saya pgn lanjut nyambung kuliah ekstensi. Kira2 bisa ga ya? Bagaimana solusinya ya? Trims

  6. makasih banget @tintakopi utk sharingnya! saya mau coba eksten tahun ini (2015) smoga bisa masuk kayak anda! salam sukses!😀

  7. Mau tanya kak, soal antonim dan sinonim juga masuk ujian TPA simak kemarin? Porsi masing-masing bidang kayak hitungan, analogi dll itu berapa soal? Makasih banget sharingnya, berguna banget!

  8. untuk tahun 2016 masih ada DP 18 jt dan BOP per semester 10 jt bang? terus kalo mau nerusin dari d3 penginderaan jauh dan sistem informasi geografi ugm bisa ekstensi ke jurusan mana aja? masa studinya berapa tahun paling cepet bang?😀

  9. kak mau nanya dong, test b.inggrisnya kayak ngerjain soal pg apa ada esaynya ? test b.ingg nya apa aja sih ?

      1. kak kalo pengen lanjut s1 ekstensi sistem informasi di ui, bisa dari d3 teknik elektro kan ya?

      2. untuk ekstensi si di ui kak, kalo elektro pengalaman kerjanya di perusahaan listrik gitu, masih bisa kan kak?

  10. kak mau tanya, kalau jurusan lain DP dan BOPnya sama atau beda dengan jurusan kakak? soalnya saya mau lanjut ke teknik industri tapi liat harganya jadi mikir2 lagi hahaha

  11. mas, selamat pagi.. saya mau bertanya nih. mohon sekali bantuannya yaa. saya berniat melanjutkan pendidikan saya di UI setelah lulus dari d3 manajemen informatika saya. saya sekarang sedang menjalani semester 3. persyaratan di UI untuk ekstensi sistem informasi min kerja 2 tahun, iu bagaimana ya mas? saya punya rencana, lulus dai sini langsung ekstensi tapi belum ada pengalaman kerja sesuai syarat. apakah iu syarat mutlak?

    1. gini, jadi yang aku tulis adalah syarat masuk tahun 2014 yang mana mewajibkan surat pengalaman kerja: bisa magang maupun beneran bekerja dan secara durasi tidak terlalu berpengaruh karena pengalaman kerjaku sendiri kurang dari dua tahun saat itu.

      kemudian setiap awal tahun ajaran baru ada kemungkinan UI mengubah persyaratan, entah dokumen maupun biaya. sehingga bisa jadi kelak ada perubahan persyaratan.

      nah berhubung sekarang masih semester 3, disempetinlah untuk ikut magang atau part-time, dan sempatkan untuk didokumentasikan (berupa surat keterangan). jadi jika nantinya ada kebutuhan syarat tersebut bisa dipenuhi.

      good luck buat kuliah D3nya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s