Malaikat Juga Mau

Jargon ‘Merokok Membunuhmu’ itu nampaknya perlu dikaji ulang. Buktinya, banyak aki, simbah, eyang yang perokok aktif dan berat bisa berumur panjang. Banyak dari mereka yang mulai merokok sebelum Republik ini berdiri. Jangankan berdiri, tengkurap pun belum bisa.

Saya curiga, jangan-jangan eyang-eyang perokok aktif yang sudah sangat sepuh (tua) itu punya ilmu yang bisa memperpanjang umur. Bukan, bukan ajian rawa rontek ala serial Angling Dharma, tapi suatu ilmu atau kemampuan yang lebih magis untuk menunda ajal. Logis kan? Cocok dengan kultur jawa yang cukup erat dengan Ilmu-ilmu begituan. Tapi kalau dilihat sekilas, beliau-beliau ini tak punya tampang pendekar–tidak cakep seperti Nicolas Saputra yang main sebagai pendekar di Pendekar Tongkat Emas. Pun secara fisik juga tergolong kurus, mirip perawakan Datuk Dalang dalam serial Upin-Ipin. Tapi bukankah ‘don’t judge a book by it’s cover’?

Kecurigaan saya yang selanjutnya adalah jangan-jangan beliau-beliau ini punya resep dan metode khusus meracik rokok lintingan. Tembakau kretek yang kadang tanpa merk dicampur dengan cengkeh kemudian dilinting menggunakan kertas rokok ‘eceran’, kemudian dirokok. Tapi menurut saya ndak segampang itu, pasti ada jampi-jampi atau zat tambahan yang ditaburkan dalam tembakau sewaktu proses meracik. Zat atau jampi-jampi inilah yang membuat kandungan racun dari rokok ini hilang. Atau mungkin juga karena tembakaunya tanpa label ‘Merokok Membunuhmu’ jadi rokok lintingan eyang-eyang ini menjadi gizi pengganti daging. Tentunya cocok ketika ditemani secangkir kopi hitam dan ketela rebus.

Kecurigaan saya yang terakhir–yang saya rasa paling masuk akal dan tidak bertentangan dengan data kesehatan dari WHO–adalah malaikat maut itu bisa disogok! Jadi sebenarnya benar ketika badan kesehatan dunia itu mengumumkan bahwa merokok dapat menimbulkan berbagai penyakit yang membuat kematian datang lebih cepat. Benar pula adanya bahwa para petugas pencabut nyawa sudah sering mendatangi mereka. Seperti pacar yang mengapel, malaikat itu datang seminggu sekali–seperti pacar, jika rindu meluap-luap, bisa dua atau tiga kali malaikat itu berkunjung. Tapi kenapa eyang masih sugeng (sehat sentosa) sampai sekarang? Tidak lain ya karena malaikat maut itu bisa disogok, dilobi, disuap. Setiap kali malaikat itu datang, eyang sedang enak-enaknya merokok. Karena faktor usia dan keunggulan ilmu, eyang mengetahui kehadiran sang malaikat.
“Purun Kretek Mas?”, tawaran yang selalu tak bisa ditolak oleh sang malaikat. Suatu awalan yang bisa berujung pada obrolan yang tak putus kecuali dengan adzan. Kadang, jika ada kopi dan atau kudapan lain, perbincangan dua alam akan dilanjutkan sesudah sembayang. Apa yang menjadi perbincangan tak terlalu penting dan tentu saja menjadi rahasia alam. Yang jelas dengan satu kalimat singkat, eyang bisa menunda ajalnya, setidaknya untuk beberapa hari ke depan.

Kisah indah ini tak akan berakhir sampai suatu ketika malaikat datang saat eyang sedang tidur.

-*

“Kretek Mas?”:mrgreen:🚬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s