Je Ne Suis Pas Charlie

LINIMASA

“Tragic Ball at Colombey, one dead.”

Charlie Hebdo, surat kabar mingguan dari Paris, Perancis, beberapa hari ini mungkin menjadi media paling terkenal sedunia. Semua orang membicarakannya. Charlie Hebdo adalah sempalan dari majalah sebelumnya yang bernama Harakiri. Majalah mingguan ini dibredel oleh pemerintah Perancis karena menghina kematian mantan Presiden mereka Charles De Gaulle, dengan headline seperti di atas. Di awal tahun 90an lalu lahir kembali surat kabar mingguan dengan nama Charlie Hebdo, yang terinspirasi dari nama Charles De Gaulle.

“Follow the money”

Charlie Hebdon ini memang isinya berisi komik satir yang kontroversial mengenai isu-isu terkini di Perancis dan di seluruh dunia. Gambar-gambarnya penuh ejekan terhadap agama, individual, atau institusi. Siapa saja bisa kena. They offended them equally. Tidak hanya Muslim. Kristen, Yahudi pun mereka olok-olok. Bahkan Christiane Taubira, Menteri Kehakiman berkulit hitam wanita pertama di Perancis, pernah digambar sebagai monyet di surat kabar tersebut. Kartun Nabi Muhammad pertama muncul tahun…

View original post 324 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s