Bicara Anak: Imbalan Setelah Kewajiban?

LINIMASA

Bagi sebagian besar orang tua, ada satu musim yang menambah sedikit kerepotan: musim ujian anak. Di musim itu para orang tua mencoba sebanyak mungkin bersama anak untuk mendampingi saat mereka belajar. Ada yang membantu dengan mengawasi, ikut mengerjakan, memberikan soal bayangan, dan tentunya membantu dengan doa. Intinya, semua orang tua menginginkan anaknya lulus ujian dengan nilai semaksimal mungkin.

Setelah musim ujian usai, pasukan orang tua semacam terbelah dua. Sebagian ada yang merasa perlu dan baik untuk memberikan imbalan (reward) untuk anaknya. Sebagian lagi merasa tidak perlu. Bagi yang memberi imbalan, biasanya karena anak dianggap telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Apalagi biasanya ujian disambung dengan musim liburan. Bukan imbalan karena sudah selesai ujian, tapi liburan karena sekolah memang sedang libur.

Sedangkan pasukan orang tua yang tidak memberikan imbalan, mereka beranggapan bahwa bersekolah adalah kewajiban. Sudah disekolahkan, maka anak pun wajib untuk ujian. Bukan sesuatu yang harus dirayakan. Pun berprestasi di sekolah, merupakan…

View original post 1,693 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s