Tentang Senja dan Es Pisang Ijo

*coba diplay dulu*

Yang aku dengar dari linimasa, kamu bertolak ke Ujung Pandang pagi tadi, benarkah? Apa ini juga bagian dari studimu, setelah sebelumnya kamu secara tiba-tiba berada di Hong Kong?
Tidak, aku tidak mengirim pesan ini untuk mendapat kata pamit darimu. Aku hanya ingin berbagi tentang dua hal saja…

Satu.
Konon, tempat terbaik untuk melihat senja di pulau itu ada di Pantai Losari. Menurut peta, itu tidak jauh dari pusat kota Ujung Pandang. Jika sempat, mampirlah. Aku tahu kamu adalah gadis yang mudah takjub pada ciptaan Tuhan. Menurut salah seorang penulis di sana, bulan Oktober menjanjikan senja terbaik sepanjang tahun. Coba nikmatilah. Agar nanti saat kita bertemu, bisa kutatap lekat-lekat matamu dan melihat ronanya dari sana.

Kedua.
Aku suka sekali es pisang ijo. Selama ini aku hanya mencicipinya sebagai kuliner akulturasi rasa. Mudahnya adalah, aku pengen mencoba menikmati es pisang ijo langsung dari Ujung Pandang. Apa kamu keberatan jika aku minta itu sebagai oleh-oleh darimu? Aku rasa iya, maka aku hanya meminta kamu untuk mencicipinya, lalu merangkai kata yang tepat untuk menceritakannya padaku. Kamu tak suka bercerita? Baik, akan kusesap rasa itu langsung dari bibirmu. Tapi, nampaknya akan sulit rasanya membedakan keduanya.

Salam.
Hati-hati di jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s