Linux FileSystem Hierarchy Standard

Sistem berkas (File System) adalah metoda untuk memberi nama pada berkas dan meletakkannya pada media penyimpanan. Sementara itu Filesytem Hierarchy Standard (FHS) merupakan hirarki standar pada sistem operasi Linux guna mendefinisikan tatanan direktori utama serta direktori lainnya. Proses pengembangan FHS dimulai pada bulan Agustus 1993 dengan upaya untuk merestrukturisasi file dan direktori di Linux. (source)

Struktur Hierarki

Dalam linux semua direktori akan berada dibawah root directory ( / ) . Seperti pada gambar berikut :

Berikut adalah penjelasan dari beberapa direktory :

Direktori Keterangan
/bin berisi perintah-perintah dasar yang bisa diekseskusi oleh root ataupun pengguna, misal cp , chown, chmod, dll.
/boot berisi bootloader dan kernel
/dev berisi data-data tentang perangkat keras yang ada di komputer kita
/etc berisi file-file konfigurasi sistem dan aplikasi.
/home berisi data-data untuk tiap user.
/lib berisi kumpulan librari yang dibutuhkan oleh sistem dan pengguna.
/media berfungsi sebagai tempat untuk mentautkan removable media seperti cdrom, flashdisk, dsb.
/mnt fungsinya hampir sama dengan /mnt
/proc berfungsi untuk melihat status proses yang terjadi pada sistem kita.
/opt berfungsi sebagai tempat untuk aplikasi.
/root berisi file direktori home untuk user root.
/sbin berisi kumpulan file eksekusi yang hanya bisa dieksekusi oleh root karena menyangkut administrasi sistem
/tmp berisi file temporari.
/var berisi variabel-variabel data seperti log, database, website, hasil download, dll.
/sys berisi file yang di-mount saat system sedang berjalan .
/usr berfungsi guna menyimpan file-file terkait aplikasi

Extract file *.tar di Linux [via terminal]

😀
Terkadang saat mendownload sebuah aplikasi, kita mendapati file tersebut dalam keadaan ter-compress. Di Linux biasanya file archive tersebut berekstensi *.tar.gz *.tgz *.tar.bz2 atau *.tbz2. Bagaimana cara meng-extract file-file tersebut? Kalau menggunakan GUI tentu sangatlah mudah, tinggal kita klikkanan filenya kemudaian klik Extract Here 😀

Bagaimana jika kita akan mengextract file-file tersebut lewat Terminal? Gampang lho.. Langkahnya pertama tentusaja buka Terminal 🙂

» $ man tar

Di atas adalah manual tentang cara menangani file tar. Silakan baca :p hahaha

Untuk extraxt file-file diatas bisa dilakukan dengan langkah-langkah :

»$ tar xfv file.tar
»$ tar zxfv file.tar.gz
»$ tar zxfv file.tgz
»$ tar jxfv file.tar.bz2
»$ tar jxfv file.tbz2

Kalau perintah diatas tidak bisa coba beri (-); karena mungkin file tar tersebut bukan sekedar di-archive tapi juga di-compress misal

»$ tar -xfv file.tar

Rincian perintah diatas kurang lebih sebagai berikut :

x : extract
f : memanggil file atau archive file
v : verbose, menampilkan proses peng-ekstrak-an
z : penanganan file gz
j : penanganan file bz

Selesai! 😀
Selamat mengekstrak file via Terminal!
Semoga bermanfaat

 

My First ‘Kernel Panic’

‘Kernel Panic’ itu apaan sih?
Mudahnya kernel panic itu semacam BSOD (Blue Screen of Dead) yang ada di Windows ~blue screen. Linux bisa juga lho nge-hank dan tiba2 blank screen dan muncul message tertentu. Nah itu yang dinamakan ‘Kernel Panic’.

Kemarin saya mengalami hal serupa, booting (masuk ke Grub) lancar namun ketika mulai masuk ke system Linux Mint, layar tiba-tiba blank dan muncul message seperti ini :

INIT : version 2.88 booting
INIT : No inittab file found

Enter runlevel :

Langsung deh saya bingung, kenapa kok bisa kaya gini? Perasaan tadi fine-fine saja. Lalu saya ingat-ingat, flashback ke hal yang saya lakukan ketika terakhir kali menyalakan laptop; Mmm., saya melakukan installasi beberapa program, seperti autoconf, bison, ruby, dan bash untuk keperluan develeoping OahTux. Deg! Jangan-jangan ini gara-gara tadi saya ngompile bash? Sepertinya memang gara-gara hal itu. Cerobohnya saya me-compile bash tanpa membaca ‘instruction’nya :|. *note: ALWAYS READ THE INSTRUCTION BEFORE YOU COMPILE EVERYTHING!

Lalu apa yang harus dilakukan kalau sudah kernel panic seperti ini? Mana ada tugas buat besok pagi juga.. Live CD! ya Live CD! Pikiran langsung menunjuk Live CD sebagai pertolongan pertama. Langsung reboot, booting pakai Live CD. Colok modem, buka browser, search tentang INIT, INITTAB, runlevel. Tidak lupa saya catet di hape. Search juga tentang masalah yang saya alami. Keluar masuk forum dengan hasil yang belum memuaskan malah cenderung membingungkan. Karena kepentok, akhirnya saya masuk ke milis KPLI, coba nanya ke situ, siapa tau ada yang bisa bantu. Ternyata milis sepi, next pindah ke grup KPLI di facebook, coba  nanya juga, yang respon juga merujuk pada forum yang sudah aku buka tadi. Fiuuhh… Berbekal dengan catetan tentang INIT, INITAB, runlevel tadi, saya coba booting lagi ke system. Memasukkan perintah runlevel.

N untuk system bootup (none)
S untuk single user mode (root)
0 halt/ poweroff
1 untuk single user juga, tapi bukan root
2 – 5 untuk multiuser mode
6 untuk reboot

Saya coba masukkan semua mode itu satu-satu, dan kesimpulannya yang bisa digunakan adalah mode S/ s, langsung diminta untuk memasukan password root. *welcome to dark room alias console mode. Masalah selanjutnya, apa yang harus dilakukan kalau sudah di console ini? 😐 hopeless, ilmu saya tentang ‘dunia hitam’ linux belum mumpuni.

Akhirnya saya reboot lagi dan masuk ke Live CD karena ingat ada tugas yang belum selesai, kebetulan tugas struktur data yang menggunakan bahasa pemrograman pascal. Menggunakan editor seadanya, yakni Gedit, tanpa bisa compile. Terlalu sayang untuk mendownload pascal compiler pikirku 😀 Tak lama, draft tugas sudah selesai, dan saya rasa masih banyak error diprogram saya. ~capek dan nggak bisa ngapa-ngapain karena kernel panic akhirnya malah tidur 😀

Paginya coba menghubungi teman-teman untuk nanyain tugas, dan selalu ada teman 😀 langsung deh nyocokin hasil kerjaan saya yang setengah ‘ngawur’ dengan kerjaan temen, nggak beda jauhlah 😀 haha | Ya, semua saya lakukan dengan LiveCD 😀
Tugas done!

Selesai kuliah, coba konsultasi ke ‘atasan’; “what should i do with this?” dan sarannya adalah INSTALL ULANG :(. Setelah melakukan pertimbangan ya akhirnya saya install ulang, untung direktori /home saya pisah partisinya jadi tidak ikut hilang :D.

Ya begitulah cerita kernel panic yang saya alami, semoga bisa jadi pelajaran; kalau mau melakukan apapun di Linux, please read the MANUAL first! Salah-salah, system kita jadi korban 😀

*oiya, kenapa gara-gara compile Bash sembarangan bisa bikin kernel panic? Kayanya ada yang tidak cocok dengan system saya saat itu sehingga file-file di direktory /bin dan /etc ada yang terremove/ ertimpa saat kompilasi bash.

Usaha Memboyong Destroy Twitter ke Lisa

Ini berawal dari kebutuhan saya untuk mengakses twitter. Sejak punya twitter saya memakai Destroy Twitter di Windows; designnya yang simple, ringan, cukup komplit fiturnya kecuali memotong twit yang kepanjangan 😀 membuat saya enjoy memakai aplikasi ini. Nah, saat saya kemarin pindah ke Lisa (panggilan sayang buat Linux Mint 12 :D) saya sempat bingung memilih aplikasi client twitter yang jalan di Linux. Pertama saya coba install Echofon yang berjalan sebagai add-ons di Firefox, rasanya kurang sreg. Kemudian mencoba install Tweetdeck yang jalan diatas Chrome, rasanya berat kurang powerfull. Akhirnya saya mencoba melirik kembali Destroy Twitter (DT), dan ternyata DT bisa jalan di linux:D. Saya liat requirementsnya, ternyata butuh AdobeAIR, langsung menuju tkp buat download AdobeAIR-nya, tapi ternyata AdobeAIR terbaru sudah tidak mendukung Linux. Tidak putus asa, saya coba masuk ke archive-nya AdobeAIR dan saya menemukan Adobe AIR 2.6.0 Linux. Langsung saja didownload:D

3 menit berselang, installer Adobe AIR sudah terdownload. Pertanyaan selanjutnya dalam pikiran saya adalah.. ‘Iki piye carane nginstall?’  | Lalu searching google. . .  dan nemu caranya 😀

Installer AdobeAIR adalah file bin jadi yang perlu dilakukan buka terminal lalu . . .
»masuk ke direktori tempat installer berada
»ketik

chmod +x AdobeAIRInstaller.bin

»ketik

sudo ./AdobeAIRInstaller.bin

Nah, selanjutnya muncul window isntallasi AdobeAir, lakukan installasi seperti biasa, kaya nginstall AdobeAIR di Windows:D

Sip! AdobeAIR sudah ter-install, berarti sudah bisa donk install DT? Yup bener, setelah itu saya download installer Destroy Twitter, kemudian di-ekstrak, lalu tinggal di-doubleclick; dan lakukan installasi seperti biasa 😀

Selamat! Saya berhasil memboyong Destroy Twitter ke Lisa:D

Repository Linux Mint 12

Salah satu alasan saya menginstall Linux Mint 12 a.k.a Lisa adalah karena OS ini based on Ubuntu, jadi beberapa konfigurasi masih sama dengan konfigurasi di Ubuntu, termasuk juga perihal update dan repositori. Nah, untuk Lisa ini based on Ubuntu 11.10 a.k.a Oneiric; maka bisa digunakan repo Oneiric sebagai sourcenya. Berikut daftar repo untuk Oneiric lokal indonesia yang saya tambahkan di file sources.list :

#Repo Kambing:
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ oneiric main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ oneiric-security main restricted universe multiverse

#Repo Kebo:
deb http://kebo.eepis-its.edu/ubuntu/ubuntu/ oneiric main restricted universe multiverse
deb http://kebo.eepis-its.edu/ubuntu/ubuntu/ oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://kebo.eepis-its.edu/ubuntu/ubuntu/ oneiric-security main restricted universe multiverse

#repo Unej:
deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ oneiric main restricted universe multiverse
deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://mirror.unej.ac.id/ubuntu/ oneiric-security main restricted universe multiverse

#repo Komo:
deb http://komo.padinet.com/ubuntu/ oneiric main restricted universe multiverse
deb http://komo.padinet.com/ubuntu/ oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://komo.padinet.com/ubuntu/ oneiric-security main restricted universe multiverse

#repo ITB :
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse
deb-src ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse

#repo UGM :
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse

#repo FOSS-ID :
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse

#repo ITS :
deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse

#Repo UKDW:
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu oneiric main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu oneiric-updates main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu oneiric-security main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu oneiric-backports main restricted universe multiverse
deb http://repo.ukdw.ac.id/ubuntu oneiric-proposed main restricted universe multiverse

dari beberapa server repo di atas, yang paling cepet dan paling update menurut saya adalah repo-nya UI *CMIIW :D.

Cara menambahkan daftar repo ini ke Lisa pun sama dengan yang dilakukan di Oneiric. Pertama buka Terminal, lalu masuk ke direktori /etc/apt/ kemudian buka file sources.list menggunakan texteditor kesukaan menggunakan hak akses superuser a.k.a root (pakai sudo), seperti di bawah ini:
»terminal
»sources.list di gedit
Kalau sudah dibuka di texteditor tinggal di paste saja alamat repo di atas 😀 lalu di simpan. Untuk mengupdate Lisa dengan repo di atas, via terminal ketik aja:

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

Misal mau install Inkscape atau aplikasi lain ya tinggal ketik via terminal:

sudo apt-get install inkscape

😀

Single-Boot Linux? Why not!

Yes! Akhirnya saya sudah secara resmi memasang Linux sebagai satu-satunya OS di laptop saya :D. Ya seperti yang saya targetkan pada post sebelumnya, bahwa 10 Maret harus sudah ‘single-boot’ Linux.

Setelah perdebatan dan kebimbangan antara memilih Ubuntu atau Debian. Kalau pakai Ubuntu, stabilitas saat digunakan di laptop saya agak kurang; terutama Ubuntu 11.10. Nah kalau pakai Debian memang stabil tapi agak kurang familiar dengan desktop dan lingkungannya. Jadi akhirnya saya ambil jalan tengah. Saya mencoba menginstall Linux Mint 12, yang merupakan turunan dari Ubuntu 11.10:D. Selama pemakaian kurang lebih 5 hari, saya merasa cukup puas menggunakan Linux Mint, cukup stabil dibanding Ubuntu 11.10, selain itu lebih menarik karena sudah menggunakan GNOME 3 (saya kurang suka Unity yang ada di Ubuntu 11.10).

Secara umum kebutuhan saya sudah terpenuhi di Linux, terutama masalah program-program pendukung kuliah, misalnya

  • FreePascal » di Linux menggunakan Geany, lebih komplit dan tidak merusak mata 😀
  • Delphi » di Linux ada Lazarus;
  • Scilab » untuk Linux ada;
  • Office » sudah hampir setahun menggunakan LibreOffice di Windows;
  • Dreamweaver » ada Bluefish;
  • UML Editor » ArgoUML di Linux juga ada;
  • Editor grafis » ada Inkscape & GIMP;

Saya rasa itu sudah lebih dari cukup, sekarang hanya tinggal pembiasaan saja:D

Beberapa alasan yang mendasari saya bermigrasi ke Linux antara lain:

  • witing tresno jalaran saka kulino, membiasakan memakai linux agar wawasan saya terhadap linux semakin luas dan berkembang,
  • sebagai bukti kesungguhan saya untuk benar-benar  menggeluti linux,
  • jikalau masih dual-boot pasti cenderung masuk ke Windows, maka single-boot adalah tantangan,
  • laptop sudah menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya, tanpa ada intervensi oleh pengguna lain yang masih menggunakan WIndows,
  • semua kebutuhan saya bisa tercover di linux,
  • menjauhkan saya dari keinginan untuk maen PES, NFS, CoD, dll
  • tidak ada alasan untuk tetap di Windows. Continue reading

Microkernel

Sebelum menjelaskan lebih lanjut mengenai microkernel, ada baiknya kita bahas dulu apa itu kernel. Kernel merupakan suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama (core) dari sebuah sistem operasi yang bertugas untuk melayani berbagai macam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras computer secara aman. Selain itu tersebut kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras (multiplexing).

Masuk ke microkernel, sebenarnya microkernel adalah sebuah model design kernel. Microkernel adalah inti dari sistem operasi yang paling sederhana, karena tidak ada fasilitas apapun sehingga  kernel ini berukuran sangat kecil dan biasanya sangat stabil (hampir bisa dipastikan tidak ada lagi bugsnya).

Fungsi microkernel;
Microkernel hanya memiliki fungsi manajemen sederhana untuk mendeliver services, misalnya: Continue reading